Pemerintah Siapkan Anggaran Besar Pertahanan 2027 Perkuat Alutsista TNI

Pemerintah Siapkan Anggaran Besar Pertahanan 2027 Perkuat Alutsista TNI
Foto: Ilustrasi Pemerintah Siapkan Anggaran Besar Pertahanan 2027 Perkuat Alutsista TNI.

Pemerintah memastikan kesiapan anggaran dalam jumlah besar untuk memperkuat sektor pertahanan nasional pada tahun 2027 mendatang. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian global saat ini, seperti dilansir dari Investor Daily pada Senin (18/5/2026).

Alokasi dana tersebut bakal difokuskan guna memperkokoh kemampuan pertahanan matra darat, laut, dan udara. Selain itu, anggaran ini diarahkan untuk mendukung program modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista milik TNI.

Sebagai perbandingan, nilai anggaran Kementerian Pertahanan dalam APBN 2026 berada pada angka sekitar Rp 187,1 triliun. Dana pada periode tersebut juga digunakan untuk keperluan pengadaan sekaligus modernisasi alutsista TNI.

Kepastian mengenai penguatan anggaran ini disampaikan langsung setelah prosesi penyerahan alutsista kepada TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Meskipun demikian, rincian mengenai angka nominal untuk anggaran tahun 2027 masih belum dibuka kepada publik.

"Tahun depan (pertahanan) kita anggarkan juga cukup signifikan," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah penguatan kapasitas pertahanan nasional dipastikan terus berjalan pada ketiga matra militer. Pemerintah menilai bahwa penjagaan kedaulatan serta stabilitas nasional menjadi hal yang sangat penting di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

"Kalau Anda tanya jumlahnya kan rahasia juga, tapi akan kita perkuat terus darat, lauten, udaranya," ujar Purbaya.

Ketidakpastian situasi global yang melanda saat ini memicu kebutuhan mendasar untuk menjaga kesiapan militer Indonesia. Purbaya menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan perlindungan negara secara optimal.

"Jadi kan di tengah uncertainty seperti sekarang, memang apa yang betul kita harus jaga kemampuan pertahanan kita," papar Purbaya.

Pemerintah mengklaim peningkatan belanja di sektor militer ini sudah melalui proses perhitungan yang matang di dalam postur fiskal. Kebijakan tersebut dipastikan tidak akan mengganggu stabilitas keuangan maupun agenda prioritas nasional lainnya.

Defisit APBN dipastikan tetap terjaga pada level aman di bawah angka 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Beberapa program strategis negara seperti makan bergizi gratis, subsidi energi termasuk BBM, dan pembangunan nasional dipastikan tetap berjalan beriringan.

"Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM. Jadi kita udah hitung dengan hal itu, Anda enggak usah khawatir," tegas Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi