Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Foto: Ilustrasi Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong percepatan pembangunan flyover dan underpass pada perlintasan sebidang menyusul insiden kecelakaan kereta api yang merenggut 15 nyawa di Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Langkah intervensi infrastruktur tersebut dinilai mendesak untuk memitigasi risiko tinggi di kawasan padat penduduk. Dilansir dari Megapolitan, insiden tabrakan keras tersebut melibatkan rangkaian kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur dan menyebabkan dampak luas bagi masyarakat.

Pemerintah memfokuskan solusi jangka panjang pada titik-titik rawan yang memiliki volume lalu lintas tinggi. AHY menegaskan bahwa pembenahan fisik diperlukan agar potensi kecelakaan di masa depan dapat diminimalisir secara signifikan.

"Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur, misalnya ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass," jelas AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Selain pembangunan fisik, pemerintah meminta publik untuk memperketat kewaspadaan saat melintasi rel. Hal ini disebabkan gangguan pada perlintasan kereta tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi secara regional.

Terkait penyebab pasti kejadian, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup peninjauan sistem persinyalan serta seluruh aspek operasional di lapangan secara transparan.

AHY juga meninjau langsung kondisi para korban yang tengah mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Bekasi. Dalam tinjauan tersebut, ia mendapatkan laporan mengenai kondisi luka-luka yang dialami korban selamat, termasuk patah tulang dan dislokasi.

"Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya," tutur AHY.

Berdasarkan data terkini, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Pemerintah menyatakan komitmen untuk memberikan penanganan medis yang optimal bagi seluruh korban yang tersebar di berbagai rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bekasi.

"Tentu ini adalah kehilangan besar, duka, cita terdalam. Kita aturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah diberikan di sisi terbaik," ujar AHY.

Dalam proses evakuasi, sebanyak 163 unit ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan. Penanganan darurat ini melibatkan kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia, Basarnas, TNI, Polri, serta dukungan dari Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.

"Saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani di perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala," kata AHY.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono beserta jajaran pejabat kementerian terkait. Pemerintah memastikan akan terus mengawal pemulihan layanan transportasi dan memperkuat kebijakan keamanan sistem perkeretaapian.

Artikel terkait

Rekomendasi