Pemerintah Negosiasi Akses Kapal Pertamina Melintasi Selat Hormuz

Pemerintah Negosiasi Akses Kapal Pertamina Melintasi Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Pemerintah Negosiasi Akses Kapal Pertamina Melintasi Selat Hormuz.

Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi intensif agar dua kapal tanker milik Pertamina, Gamsunoro dan Pertamina Pride, dapat segera melintasi Selat Hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pada Senin (11/5/2026) bahwa proses komunikasi diplomatik terus menunjukkan sinyal positif di tengah ketegangan geopolitik.

Hambatan pelayaran ini berdampak pada operasional dua kapal besar yang saat ini masih terdeteksi berada di titik berbeda di kawasan Teluk Arab. Dilansir dari Detik Finance, kapal Pertamina Pride terpantau berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sedangkan kapal Gamsunoro berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak berhenti menjalin dialog untuk memastikan keamanan aset negara tersebut. Namun, rincian teknis pembicaraan tidak dapat dibuka sepenuhnya demi menjaga kerahasiaan strategi diplomatik nasional.

"Masih positif," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Upaya ini melibatkan koordinasi lintas sektoral antara kementerian teknis dan diplomatik guna menembus blokade jalur laut tersebut. Bahlil menegaskan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk menjalin kontak dengan otoritas di Iran.

"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Kemenlu itu juga kita lakukan terus. Doakan ya," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Keterbukaan informasi mengenai perkembangan di lapangan dibatasi karena sensitivitas isu keamanan global di kawasan tersebut. Bahlil menilai ada aspek-aspek yang memang harus tetap dijaga agar tidak memicu komplikasi lebih lanjut dalam proses negosiasi yang sedang berjalan.

"Karena tidak semua harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini, ya boleh kita terbuka tapi jangan terlalu banyak terbuka-terbukalah," terang Bahlil.

Sementara itu, pihak pengelola kapal memastikan bahwa seluruh awak dan aset dalam kondisi terkendali meskipun belum mendapatkan izin melintas. Pejabat Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Vega Pita menegaskan bahwa pemantauan dilakukan tanpa henti.

"Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman," kata Vega kepada detikcom, Minggu (19/4/2026).

Manajemen PIS juga telah menyiapkan berbagai skenario pelayaran sebagai langkah antisipasi jika jalur Selat Hormuz kembali dibuka sewaktu-waktu. Perencanaan ini mencakup pemetaan rute yang paling aman bagi tanker Gamsunoro dan Pertamina Pride agar bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi tujuan.

"Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz," jelas Vega.

Artikel terkait

Rekomendasi