Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam memitigasi kebocoran hasil ekspor melalui aksi nyata Danantara Indonesia mendapat apresiasi luas sebagai sinyal kuat transformasi tata kelola perdagangan nasional yang lebih transparan dan akuntabel.
Dilansir dari Media Indonesia, kebijakan ini diwujudkan melalui peluncuran sistem ekspor digital terintegrasi untuk menutup celah manipulasi data perdagangan seperti praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini merugikan negara dalam skala masif.
Chairman Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, menilai pidato Presiden mengenai kebocoran ekonomi bukan sekadar retorika politik karena langsung dibuktikan dengan langkah konkret sistem pengawasan modern.
"Pidato Presiden Prabowo langsung diikuti langkah konkret melalui sistem pengawasan ekspor yang modern. Ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola ekonomi nasional," ujar Nova dalam keterangannya, Kamis (21/05/2026).
Langkah pembenahan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar dan membawa penguatan tipis pada posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pascapengumuman kebijakan tersebut.
"Kami salut dengan totalitas Pak Rosan dalam mendukung arahan Presiden untuk menghentikan kebocoran pendapatan negara dari sektor komoditas. Dengan sistem pengawasan real-time, praktik-praktik yang menggerus kekayaan negara dapat ditekan seminimal mungkin," tegas Nova.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya telah memaparkan skema pengawasan baru bertajuk One Platform, Multiple Benefit ini untuk memberantas parasit bagi kekayaan negara.
"Pada awal Januari 2027, baru kami akan memberlakukan transaksi ini melalui platform kami. Tujuannya agar the world is happy, Indonesian are happier," kata Rosan pada Rabu (20/05).
Implementasi kebijakan pengawasan ini dijadwalkan melampaui beberapa tahapan penting, dimulai dengan masa pelaporan komprehensif transaksi ekspor serta evaluasi berkala setiap tiga bulan yang berlangsung pada Juni hingga Desember 2026.