Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan keberlanjutan program subsidi motor listrik pada Sabtu (25/4/2026). Kebijakan ini diambil guna mendukung percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan, meski nilai insentif diprediksi mengalami penyesuaian dibanding periode sebelumnya.
Kepastian mengenai perpanjangan program ini disampaikan Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Walaupun skema teknis masih dalam tahap penggodaan, pemerintah sudah memberikan sinyal kuat mengenai kisaran angka bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat.
"Tahun ini. Ya nggak semuanya, bertahap lah. Subsidi mungkin Rp 5 juta per motor, Rp 5 juta atau lebih kita lihat, nggak tahu. Ini kan masih awal nih," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pelaksanaan pemberian subsidi tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap dan tidak menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa filter. Purbaya menegaskan perlunya sinkronisasi kebijakan antara kementerian terkait sebelum aturan ini resmi diberlakukan secara luas.
"Nanti berapa jumlah motor yang disubsidi masih dipertimbangkan. Tapi yang jelas saya masih diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian, Menko, dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," katanya.
Sejalan dengan rencana Kementerian Keuangan, sinyal positif juga datang dari sektor energi terkait penghematan biaya teknologi pendukung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah berupaya hadir dalam meringankan biaya konversi bagi pengguna sepeda motor konvensional.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Terkait mekanisme penyaluran, Bahlil mengonfirmasi adanya peluang penggunaan skema yang serupa dengan program sebelumnya. Saat ini, perumusan kebijakan tersebut tengah dimatangkan oleh satuan tugas khusus transisi energi yang berada di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," kata Bahlil.