Pemerintah Ganti Minyakita dalam Bantuan Pangan guna Stabilkan Harga

Pemerintah Ganti Minyakita dalam Bantuan Pangan guna Stabilkan Harga
Foto: Ilustrasi Pemerintah Ganti Minyakita dalam Bantuan Pangan guna Stabilkan Harga.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memutuskan untuk mengalihkan merek minyak goreng dalam program bantuan pangan guna mengatasi kelangkaan stok di pasar tradisional. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi dalam Rapat Koordinasi di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026, menunjukkan bahwa distribusi bantuan memengaruhi stabilitas harga nasional.

Langkah penghapusan Minyakita dari daftar komoditas bantuan ini bertujuan untuk mengembalikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat umum. Penyaluran bantuan pangan dalam volume besar sebelumnya telah menyerap stok Minyakita yang seharusnya beredar di retail konvensional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemanfaatan Minyakita untuk kebutuhan bansos menjadi pemicu utama kenaikan harga komoditas tersebut. Volume bantuan yang mencapai jutaan paket telah mengalihkan distribusi dari pasar reguler ke jalur program pemerintah.

"Jadi udah ketemu sebabnya kenapa naik. Karena ada bantuan pangan 33 juta kali 2 bulan, kali 2 liter. Oh, itu banyak sekali tuh, yang dari pasar tradisional pindah ke bantuan pangan. Jadi ini naik," ujar Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Pemerintah berencana mengganti merek bantuan dengan produk lain yang memiliki nilai ekonomis setara. Melalui koordinasi dengan produsen, pemerintah memastikan pengalihan ini tidak akan membebani anggaran negara maupun masyarakat penerima manfaat.

"Nanti Bulog kalau ada bantuan pangan ya. Boleh pakai merek apa saja. Kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama. Jadi ada tambahan, gitu. Ada tambahan, sehingga tidak mengganggu minyak kita yang ada di pasar-pasar tradisional," terang Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Kebijakan baru ini diharapkan mampu menambah suplai total minyak goreng di masyarakat tanpa mengganggu ekosistem pasar tradisional. Bulog diarahkan untuk segera mengeksekusi penggantian merek tersebut dalam periode penyaluran bantuan pangan berikutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi