Pemerintah Dorong CNG Jadi Alternatif LPG untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Pemerintah Dorong CNG Jadi Alternatif LPG untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Foto: Ilustrasi Pemerintah Dorong CNG Jadi Alternatif LPG untuk Kebutuhan Rumah Tangga.

Pemerintah Indonesia tengah mengintensifkan promosi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif untuk kebutuhan domestik. Langkah ini diambil guna menekan angka impor LPG yang selama ini membebani anggaran negara.

CNG merupakan gas alam yang dikompresi dengan tekanan ekstrem, umumnya mencapai lebih dari 200 bar. Proses ini meningkatkan kepadatan gas sehingga mempermudah mekanisme penyimpanan serta distribusi ke berbagai sektor pengguna.

Dilansir dari Suara, gas alam ini memiliki komposisi hidrokarbon yang didominasi oleh metana dengan kadar mencapai lebih dari 95 persen. Karakteristik ini membuat CNG berbeda dengan LPG yang merupakan campuran propana dan butana dalam bentuk cair.

Pemanfaatan CNG diklaim menawarkan efisiensi biaya yang cukup signifikan bagi masyarakat. Hal tersebut berkaitan erat dengan ketersediaan sumber bahan baku yang melimpah dari dalam negeri tanpa harus bergantung pada pasokan luar negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa penggunaan CNG berpotensi memangkas pengeluaran rumah tangga. Harga bahan bakar ini disebut-sebut lebih terjangkau dibandingkan gas tabung konvensional.

"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ongkos CNG bisa lebih murah sekitar 30 hingga 40 persen dibanding LPG, khususnya untuk ukuran tabung rumah tangga seperti 3 kilogram."

Selain faktor ekonomi, aspek lingkungan menjadi nilai tambah utama dari gas terkompresi ini. Emisi gas buang yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada bahan bakar fosil lainnya, sehingga mendukung peningkatan kualitas udara di area pemukiman.

Perluasan Pemanfaatan dan Tantangan Infrastruktur

Saat ini, CNG telah diaplikasikan pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga industri manufaktur. Pemerintah kini mulai memperluas jangkauan operasionalnya ke sektor komersial seperti perhotelan dan restoran.

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa infrastruktur pendukung mulai disiapkan untuk menyasar program strategis nasional. Beberapa fasilitas publik kini sudah mulai mengadopsi teknologi gas bertekanan tinggi ini untuk operasional dapur mereka.

"Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut CNG sudah digunakan di sejumlah hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)."

Meskipun memiliki potensi besar, distribusi CNG masih menghadapi tantangan pada sisi infrastruktur jaringan yang belum tersebar merata. Pengembangan ekosistem gas ini memerlukan investasi besar untuk menjamin ketersediaan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Aspek keamanan juga menjadi prioritas utama dalam standarisasi penggunaan di lingkup rumah tangga. Mengingat gas disimpan dalam tekanan tinggi, sistem penyimpanan dan tabung harus memenuhi kriteria teknis yang ketat guna mencegah risiko kecelakaan saat pemakaian.

Artikel terkait

Rekomendasi