Pemerintah Buka Tender 118 Blok Migas Baru

Pemerintah Buka Tender 118 Blok Migas Baru
Foto: Ilustrasi Pemerintah Buka Tender 118 Blok Migas Baru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuka tender 118 blok minyak dan gas bumi baru untuk memacu eksplorasi nasional pada Rabu (20/5/2026). Langkah strategis ini diambil guna menekan angka impor energi sekaligus mengejar target produksi minyak satu juta barel per hari pada periode 2029-2030.

Akselerasi di sektor hulu migas menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global saat ini, sebagaimana dilansir dari Money. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya kemudahan perizinan bagi para pelaku usaha di sektor yang berisiko tinggi ini.

"Investor ini pemain di K3S, di hulu migas ini risikonya besar. Jangan dipersulit. Dipermudah," kata Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah berkomitmen memangkas hambatan birokrasi agar blok migas yang telah mengantongi rencana pengembangan atau plan of development dapat segera beroperasi. Dari total seluruh blok baru yang disiapkan, proses untuk sekitar 20 blok kini telah rampung.

"Silakan yang melakukan joint study. Atau tidak ada juga yang mau lakukan, silakan. Ini saya buka secara umum. Siapa saja boleh. Tidak perlu nego-nego di belakang meja," ujar Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan data konsumsi, kebutuhan bahan bakar minyak nasional kini menyentuh 1,6 juta barel per hari, sedangkan realisasi produksi 2025 hanya berkisar 600 ribu barel per hari. Guna menambal selisih impor yang mencapai 1 juta barel tersebut, pemerintah mengandalkan program biodiesel berbasis kelapa sawit.

"Dari 1 juta barrel per day yang kita harus impor terkonversi atau tersubstitusi dengan kita memakai B40 dan sekarang kita akan dorong 1 Juli B50," kata Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penerapan program biodiesel tersebut diproyeksikan mampu mengonversi kebutuhan impor sekitar 200 ribu hingga 300 ribu barel per hari melalui optimalisasi minyak sawit mentah. Selain itu, Indonesia juga ditargetkan menyetop impor solar tertentu pada tahun ini.

Kebutuhan industri domestik lain seperti LPG sebesar 8,6 juta metrik ton dan pasokan bahan baku petrokimia di Cilegon sebesar 3 juta ton juga bergantung pada sektor hulu. Pemerintah pun mendorong penguatan kolaborasi serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan sumur-sumur tua yang mendominasi.

"Memang tidak akan mungkin kita bisa meningkatkan lifting karena sumur-sumur kita ini sumur-sumur yang sudah lama sebagian. Maka teknologi adalah salah satu cara yang paling tepat," katanya Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di sisi lain, terdapat potensi penambahan pasokan dari penemuan cadangan gas baru oleh ENI dan Petronas di Kalimantan Timur sebesar 7 TCF. Proyek tersebut diperkirakan mulai berproduksi pada kisaran tahun 2028-2029 dengan kapasitas 200 ribu barel setara minyak per hari.

Untuk menjaga iklim investasi, pemerintah memastikan tidak ada pemotongan kuota ekspor gas pada tahun ini untuk kontrak luar negeri yang sudah berjalan.

"Di 2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakan ke luar negeri," ujar Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kebijakan penjualan satu pintu melalui BUMN juga dipastikan tidak berlaku untuk sektor hulu migas berdasarkan keputusan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah tetap membuka opsi pemberian insentif fiskal khusus bagi proyek-proyek yang memiliki nilai keekonomian rendah.

"Atas dasar pengetahuan, pendalaman, and informasi yang objektif dan terukur kepada Bapak Presiden, maka Bapak Presiden memutuskan untuk sektor hulu migas, PP itu tidak berlaku untuk sektor hulu migas," kata Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Skema pemberian insentif ini akan disesuaikan secara selektif berdasarkan hasil studi kelayakan masing-masing proyek.

"Kalau tidak bagus, kita bantu. Tapi kalau sudah bagus, ya tahan-tahan sedikitlah," ujar Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Artikel terkait

Rekomendasi