Pengendara yang berencana melintasi Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas selama sepekan ke depan. Seperti dilansir dari Otomotif, langkah antisipasi ini diperlukan menyusul adanya agenda perbaikan infrastruktur di sepanjang ruas tol layang tersebut.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menjadwalkan pekerjaan pemeliharaan jalan serta penyambungan jembatan mulai Rabu (20/5) hingga Minggu (25/5). Proses pengerjaan ini bakal berlangsung pada malam sampai dini hari, tepatnya mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB untuk jalur arah Cikampek maupun arah Jakarta.
Agenda perawatan berkala ini diterapkan demi mendongkrak aspek keselamatan sekaligus kenyamanan bagi para pelintas. Selain itu, pengerjaan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Badan Usaha Jalan Tol.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC, Desti Anggraeni memastikan bahwa jalur tol layang tidak akan ditutup total. Pengguna jalan tetap bisa melintas namun harus bersiap menghadapi perlambatan kecepatan di titik-titik perbaikan.
"Meskipun terdapat pekerjaan pemeliharan jembatan, Ruas Jalan Layang MBZ arah Cikampek maupun arah sebaliknya masih beroperasi secara normal," ujar Desti, dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Guna menghindari penumpukan kendaraan di atas struktur layang, pihak pengelola menyarankan pelintas untuk memakai jalur alternatif. Pengendara bisa memanfaatkan rute konvensional jika ingin menghindari area pengerjaan.
"Asas antisipasi terjadi hambatan perjalanan karena adanya pekerjaan pemeliharaan jalan di Ruas Jalan Layang MBZ, pengguna jalan dapat menggunakan jalur alternatif yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting," ucap Desti.
Sejumlah langkah pengamanan telah disiapkan oleh PT JJC di sekitar zona proyek selama aktivitas perawatan berlangsung. Pengelola menyiagakan perlengkapan mulai dari penempatan rubber cone, lampu penerangan khusus malam hari, hingga petugas pengatur arus.
Petunjuk mengenai aktivitas pemeliharaan ini juga disiarkan secara berkala melalui layar Dynamic Message Sign (DMS). Papan informasi digital tersebut diletakkan pada akses menuju arah Jakarta dan Cikampek agar pelintas dapat merencanakan rute sejak awal.