Erika Maria Herrera (63) ditangkap otoritas keamanan karena diduga melakukan penembakan fatal terhadap menantunya, Carolina Flores Gomez (27), di sebuah apartemen mewah kawasan Polanco, Meksiko, pada 15 April. Mantan ratu kecantikan Miss Teen Universe Baja California tersebut tewas dengan luka tembak pada bagian wajah, leher, dan kepala.
Dilansir dari Wolipop, penangkapan tersangka merupakan hasil operasi gabungan antara kepolisian setempat dan Interpol setelah pelaku sempat melarikan diri ke luar negeri. Herrera saat ini berada dalam tahanan di Venezuela guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Kami mengonfirmasi bahwa, bekerja sama dengan otoritas Republik Bolivarian Venezuela, Erika Maria 'N' telah ditangkap sebagai tersangka dalam kasus femisida terhadap seorang perempuan berusia 27 tahun di wilayah Miguel Hidalgo," ungkap pihak kantor Kejaksaan Agung Mexico City.
Penyidik Kejaksaan Agung menjelaskan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan segera setelah kejadian memperkuat keterlibatan Herrera dalam aksi penembakan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, surat perintah penangkapan resmi diterbitkan satu hari setelah laporan diterima oleh pihak berwenang.
Rekaman video di lokasi kejadian menunjukkan korban sedang berjalan menuju bagian belakang kediamannya untuk mengambilkan air minum bagi ibu mertuanya. Herrera terlihat membuntuti korban sebelum terdengar suara letusan senjata api dan teriakan histeris dari dalam rumah.
Suami korban, Alejandro, kemudian terlihat memasuki ruangan dengan menggendong bayi mereka sesaat setelah insiden terjadi. Ia sempat mempertanyakan alasan ibunya melakukan tindakan keji tersebut kepada istrinya.
"dia membuatku marah," jawab Herrera, seperti dikutip dari laporan kepolisian.
Tersangka mengungkapkan motif emosional di balik tindakannya yang dipicu oleh rasa posesif terhadap putranya sendiri. Konflik antara mertua dan menantu ini dikabarkan telah berlangsung lama dan semakin memburuk sejak masa kehamilan korban.
"Kamu milikku dan dia merebutmu," balas sang ibu lagi.
Kasus ini turut menyeret Alejandro ke dalam proses penyelidikan karena ia tidak segera melaporkan kematian istrinya kepada polisi pada hari kejadian. Pria tersebut berdalih merasa takut kehilangan hak asuh anaknya jika petugas layanan sosial langsung mengintervensi situasi tersebut.
Alejandro diketahui sempat melakukan tindakan tidak lazim terhadap jasad istrinya dan baru menghubungi tim hukum keesokan harinya. Ibu korban menuduh keterlambatan laporan tersebut sengaja dilakukan untuk memberikan waktu bagi Herrera melarikan diri dari wilayah Meksiko.