Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Curug Tangerang

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Curug Tangerang
Foto: Ilustrasi Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Curug Tangerang.

Aparat Kepolisian Resor Tangerang Selatan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan seorang perempuan berinisial W (46) di Kampung Babakan, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Korban diduga terlibat perselisihan dengan anak tirinya sebelum insiden maut tersebut berlangsung.

Penyidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap motif di balik aksi kekerasan ini. Identitas pelaku kini telah dikantongi oleh pihak berwenang, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Olah TKP sudah kami lakukan dan kami telah memeriksa beberapa saksi, termasuk suami korban," kata AKP Wira Graha Setiawan, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan.

Kepolisian saat ini memberikan prioritas penuh pada upaya penangkapan sosok yang bertanggung jawab atas kematian W. Pengejaran dilakukan secara intensif di lapangan.

"Kami fokus untuk segera menangkap pelaku," ucap Wira.

Ketua RT 001/006, Satiri (52), mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari suami korban, hubungan antara korban dan anak tirinya memang sering diwarnai perdebatan. Informasi awal menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam komunikasi di antara keduanya.

ÔÇ£Berdasarkan laporan dari suaminya, memang suka ada argumen atau kata-kata yang tidak enak kepada anak tirinya itu,ÔÇØ ujar Satiri.

Kendati demikian, Satiri mengimbau agar semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Ia menekankan bahwa kaitan antara perselisihan tersebut dengan motif pembunuhan masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

ÔÇ£Kalau soal kebenarannya, sampai sekarang masih misteri. Saya tidak berani menjustifikasi seseorang karena takut salah,ÔÇØ kata Satiri.

Keterangan tambahan datang dari Shinta (45), seorang warga setempat yang sering melihat interaksi korban. Menurut pengamatannya, konflik antara korban dan anak tirinya merupakan hal yang cukup sering terjadi di kediaman tersebut.

ÔÇ£Memang sering kalau ke sini ribut. Sebenarnya dia kurang cocok sama ibu tirinya, dua-duanya sih,ÔÇØ ujarnya.

Shinta menjelaskan bahwa anak tiri yang diduga sebagai pelaku baru menetap di kontrakan tersebut selama satu pekan terakhir. Sebelumnya, rumah itu hanya dihuni oleh korban dan suaminya saja.

ÔÇ£Kalau anak yang pelaku itu kan kadang-kadang saja main. Nah, kemarin lagi nginep di sini sudah seminggu,ÔÇØ kata Shinta.

Selama periode tinggal tersebut, korban diketahui sempat berkeluh kesah kepada warga mengenai perilaku anak tirinya. Keluhan tersebut mencakup sulitnya mengatur sikap sang anak selama berada di rumah.

ÔÇ£Anaknya memang susah diatur katanya,ÔÇØ imbuhnya.

Saat ini, kasus tersebut masih ditangani sepenuhnya oleh satuan reserse kriminal Polres Tangerang Selatan untuk mengungkap kronologi detail dan menangkap terduga pelaku.

Artikel terkait

Rekomendasi