PT Bank BCA Syariah membukukan pertumbuhan pembiayaan murabahah emas sebesar 152,8 persen secara tahunan (YoY) hingga April 2026. Capaian tersebut membuat total penyaluran pembiayaan emas perseroan menyentuh angka Rp 748 miliar pada periode awal tahun ini.
Peningkatan tajam ini dipicu oleh konsistensi perusahaan dalam memperkuat lini bisnis pembiayaan emas sebagai instrumen investasi. Sebagaimana dilansir dari Keuangan, tren positif ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi pasar yang dilakukan manajemen.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menjelaskan bahwa hasil yang dicapai perusahaan pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif di sektor pembiayaan konsumer.
"Alhamdulillah, tren pembiayaan emas BCA Syariah terus meningkat dengan hasil yang menggembirakan," ujar Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Pihak manajemen menerapkan langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama sejumlah penyedia emas resmi. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan dan kualitas produk bagi para nasabah yang melakukan pembiayaan.
Selain kemitraan eksternal, perseroan melakukan kolaborasi internal dengan PT Bank Central Asia Tbk selaku induk usaha. Sinergi ini difokuskan untuk memperluas penetrasi pasar dan aksesibilitas produk pembiayaan emas di tengah masyarakat luas.
Langkah sosialisasi juga gencar dilakukan melalui partisipasi dalam berbagai pameran atau expo guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk Emas iB. BCA Syariah turut menyediakan berbagai program promosi khusus untuk menarik basis nasabah baru.
Yuli memproyeksikan bahwa minat masyarakat terhadap emas tidak akan meredup sepanjang tahun ini. Emas dinilai masih menjadi aset aman bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
"Kami melihat pembiayaan emas masih memiliki peluang yang baik di tahun 2026," kata Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Target kontribusi dari sektor ini diharapkan dapat mencapai angka dua digit terhadap total portofolio pembiayaan konsumer perusahaan pada akhir tahun mendatang.