Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Hingga Rp 1,7 Triliun

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Hingga Rp 1,7 Triliun
Foto: Ilustrasi Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Hingga Rp 1,7 Triliun.

Kinerja pembiayaan emas syariah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada kuartal pertama 2026. Produk Solusi Emas Hijrah terbukti ampuh menarik minat nasabah berinvestasi emas, seperti dikutip dari Investortrust.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274% yoy menjadi 12.061 rekening.

"Capaian ini menunjukkan lonjakan minat nasabah terhadap pembiayaan logam mulia emas, khususnya lewat skema cicilan. Dengan permintaan yang tinggi, Bank Muamalat makin agresif dan optimistis pertumbuhan pembiayaan emas syariah bisa mencapai target pada tahun ini," ujar Ricky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

Kenaikan yang impresif tersebut didorong oleh perubahan perilaku nasabah. Masyarakat yang sebelumnya cenderung menyimpan dana kini mulai mengakumulasi aset produktif melalui skema angsuran.

Bank Muamalat juga mendapati minat nasabah yang sangat kuat untuk memiliki emas sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik saat ini.

Faktor lain yang mendorong pertumbuhan ini adalah digitalisasi proses pengajuan pembiayaan melalui mobile banking Muamalat DIN yang dinilai lebih cepat, praktis, dan fleksibel. Alhasil, pembiayaan emas semakin inklusif dan mudah diakses oleh nasabah.

Meskipun agresif dalam pertumbuhan, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas utama. Kualitas pembiayaan Solusi Emas Hijrah dapat dijaga dengan sangat baik di level nol persen hingga akhir Maret 2026.

Ricky menilai, prospek pembiayaan emas syariah ke depan masih sangat menjanjikan. Permintaan emas sebagai aset riil cenderung meningkat, terutama di segmen ritel dan emerging middle class.

Penetrasi pembiayaan emas di Indonesia juga masih relatif kecil, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar. Dengan basis nasabah ritel consumer yang besar, Bank Muamalat ingin membangun ekosistem emas yang terintegrasi lewat sejumlah strategi.

Strategi tersebut di antaranya mendorong digitalisasi pengajuan pembiayaan emas melalui Muamalat DIN untuk menjangkau nasabah generasi muda.

Bundling Produk dan Mitigasi Risiko

Pionir bank syariah di Indonesia ini juga melakukan bundling dengan produk pembiayaan haji, KPR iB Hijrah, dan Multiguna iB Hijrah. Langkah ini dibarengi dengan penguatan literasi investasi emas syariah kepada nasabah existing maupun masyarakat luas.

Perseroan juga menyiapkan perlindungan asuransi dan penguatan mitigasi risiko untuk memberikan rasa aman bagi nasabah dalam berinvestasi emas. Langkah ini demi menjaga keseimbangan pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio.

Melalui berbagai strategi tersebut, Bank Muamalat memastikan pembiayaan emas syariah menjadi bagian dari solusi keuangan yang lebih luas bagi nasabah.

"Kami meyakini pembiayaan Solusi Emas Hijrah tetap menjadi salah satu pilar utama bisnis consumer Bank Muamalat di tengah potensi pasar yang masih sangat besar," tutur Ricky.

Artikel terkait

Rekomendasi