Aparat gabungan dari PPSU dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat membersihkan trotoar di area Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Palmerah, Kamis (23/4/2026) sore. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas pejalan kaki.
Proses sterilisasi area dilakukan dengan menyikat trotoar menggunakan air sabun dan menyiramkan karbol di kolong JPO guna menghilangkan bau menyengat. Selain pembersihan fisik, petugas juga mengangkut sampah yang menumpuk di lokasi tersebut sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Lurah Gelora, Nurbin Togar, mengonfirmasi bahwa penanganan cepat telah dilakukan oleh personel Satpol PP dan PPSU untuk menindaklanjuti laporan warga. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penyelesaian permanen.
"Saat ini sudah ditangani keluhan soal bau, tepatnya kemarin ya, Kamis (23/4/2026) sore. Sementara sudah kami tindaklanjuti sesuai kewenangan kami dan kami koordinasikan ke sudin-sudin terkait untuk menyelesaikan sesuai kewenangannya," ujar Nurbin, Lurah Gelora.
Nurbin menjelaskan bahwa selain penyiraman karbol, akses menuju celah di bawah JPO yang sering disalahgunakan kini telah ditutup. Langkah ini diambil untuk mencegah oknum tidak bertanggung jawab membuang air kecil sembarangan di lokasi tersebut.
"Petugas langsung menindaklanjuti aduan tersebut dengan dibersihkan dan dipagar sementara akses orang untuk buang air kecil di bawah JPO Stasiun Palmerah, serta dikoordinasikan ke Bina Marga untuk perbaikan pagar yang bolong," ungkap Nurbin, Lurah Gelora.
Mengenai sumber bau, pihak kelurahan menampik tudingan yang hanya mengarah pada tunawisma. Dugaan kuat mengarah pada perilaku buruk pengguna jalan dan oknum pengemudi ojek yang sering berada di area tersebut.
"Penyebabnya adanya oknum ojek pangkalan dan orang yang melintas yang buang air kecil di bawah JPO. Berdasarkan keterangan di sekitar begitu (oknum ojek), tapi kemungkinan juga orang yang lewat juga begitu," tutur Nurbin, Lurah Gelora.
Kondisi aroma tidak sedap ini sebelumnya telah dirasakan warga pada Rabu (22/4/2026) di sekitar area gorong-gorong dekat Halte Transjakarta Palmerah. Bau tersebut tercium cukup tajam hingga ke area tangga JPO dan area tunggu penumpang.
Salah seorang pengguna KRL Commuter Line, Yanuar, mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terganggu dengan kondisi lingkungan yang kotor dan berbau tersebut saat menunggu jemputan.
"Bau sih memang, lumayan lah mengganggu. Eneg kadang nyiumnya," kata Yanuar, Penumpang KRL.
Menurut pengakuannya, persoalan bau di kawasan ini merupakan masalah lama yang sempat teratasi pada awal tahun. Namun, situasi kembali memburuk dalam satu pekan terakhir sebelum akhirnya mendapat penanganan dari petugas.
"Sebenernya saya commuting di sini tuh dari dulu emang sering kecium bau, tapi udah sempat dibersihin kan, ini baru beberapa hari ini bau lagi," ucap Yanuar, Penumpang KRL.