Pemadaman Listrik Massal di Sumatra Rugikan Ekonomi dan UMKM

Pemadaman Listrik Massal di Sumatra Rugikan Ekonomi dan UMKM
Foto: Ilustrasi Pemadaman Listrik Massal di Sumatra Rugikan Ekonomi dan UMKM.

Penulis : Addin Anugrah Siwi 24 Mei 2026 | 20:30 WIB

Pedagang menyiapkan minuman untuk pembeli saat pemadaman listrik di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (23/5/2026). (ANTARA FOTO/Fitra Yogi)

JAKARTA, investor.id - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dinilai menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang umumnya tidak memiliki sumber listrik cadangan.

Blackout terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB dan berdampak pada sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Lampung.

Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan pemadaman listrik dalam durasi tertentu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi konsumen rumah tangga maupun sektor usaha.

ÔÇ£Secara ekonomi sebenarnya blackout dalam waktu tertentu ini jelas merugikan bagi konsumen, merugikan bagi pengusaha, merugikan bagi UMKM,ÔÇØ kata Fahmy saat dihubungi, Minggu (24/5/2026).

Menurut Fahmy, gangguan pasokan listrik massal tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga mengganggu operasional sektor usaha dan industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas produksi, layanan, dan transaksi.

ÔÇ£Baik itu konsumen rumah tangga, konsumen usaha atau industri itu jelas sangat merugikan,ÔÇØ ujar Fahmy.

Ia menjelaskan, pelaku usaha skala besar relatif lebih siap menghadapi kondisi darurat karena umumnya memiliki generator listrik cadangan. Namun, kondisi berbeda dialami mayoritas pelaku UMKM yang belum memiliki fasilitas serupa.

ÔÇ£Usaha-usaha besar seperti misalnya untuk pengelola mal dan lain sebagainya dia punya pick-up (generator listrik) gitu ya, tapi untuk UMKM itu barangkali akan sulit untuk mulai pick-up tadi sehingga ya harus menunggu sampai hidup,ÔÇØ kata Fahmy.

Fahmy juga menyoroti belum adanya aturan yang secara tegas mengatur mekanisme kompensasi bagi pelanggan saat terjadi blackout berskala besar. Kondisi ini membuat konsumen terdampak praktis harus menanggung kerugian tanpa kepastian skema ganti rugi.

ÔÇ£Tidak ada aturan yang mengatur bahwa konsumen itu bisa mengajukan ganti rugi ke PLN itu tidak ada aturan itu jadi ya harus menerima begitu saja,ÔÇØ ujar Fahmy.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyebut pemadaman massal di Sumatera dipicu gangguan cuaca ekstrem yang berdampak pada sistem transmisi 275 kV jalur Muara BungoÔÇôSungai Rumbai, Jambi. Gangguan tersebut kemudian memicu efek berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.

PLN menyatakan proses pemulihan dilakukan secara bertahap hingga sistem kelistrikan di wilayah terdampak dapat kembali normal.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Blackout Sumatra Jadi Alarm, PLN Didesak Kejar Standar ÔÇ£Zero BlackoutÔÇØ

Blackout Sumatera Jadi Pukulan Keras bagi PLN

PLN Minta Maaf atas Blackout di Sumatera, Pemulihan Berlanjut

Listrik Padam di Sumatra, InJourney Airport Pastikan Bandara Tetap Beroperasi

Business 5 menit yang lalu Blackout Sumatra Rugikan UMKM, Pengamat Soroti Minimnya Skema Ganti Rugi Pengamat menilai blackout Sumatra merugikan warga dan UMKM, serta menyoroti belum adanya skema ganti rugi bagi pelanggan PLN.

Market 6 menit yang lalu Danantara Sumberdaya Indonesia Bayangi Minat Investor dan Buyer Asing Ekonom mengingatkan, pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia bisa mengurangi minat investor maupun pembeli luar negeri.

National 18 menit yang lalu Pengendalian Hipertensi Masih Jadi Tantangan Kesehatan Nasional Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan atas data WHO, kematian akibat stroke di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 140,8 per 100.000 orang. Disusul dengan penyakit jantung iskemik dengan prevalensi sebesar 90,4 per 100.000 orang. Hipertensi menjadi faktor risiko utama untuk keduanya. Ironisnya, hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga dikenal sebagai silent killer.

Finance 22 menit yang lalu Terbongkar Penyebab Bank ÔÇ£MalasÔÇØ Salurkan Kredit UMKM Kenaikan NPL dan lemahnya daya beli menjadi penyebab utama bank pikir dua kali untuk salurkan kredit UMKM.

Business 25 menit yang lalu Grexel Bangun Fasilitas Biomassa Baru PT Global Excel Trade (Grexel) meresmikan fasilitas biomassa di Temanggung, Jawa Tengah.

Market 36 menit yang lalu Deretan Saham yang Mengerek Laju Pasar Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan lain-lain.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Saham Lagi Murah-murahnya, Dividen Tembus Rp 376,95 per Saham Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 25 Mei 2026

Artikel terkait

Rekomendasi