Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan aksi pemadaman lampu secara serentak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman pada Sabtu (25/4/2026) malam. Langkah ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi atau Earth Hour 2026 sebagai upaya menekan emisi karbon di ibu kota.
Dilansir dari Megapolitan, pemadaman berlangsung selama satu jam mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB yang mencakup ruas jalan dari Patung Pemuda hingga Bundaran Hotel Indonesia. Sejumlah ikon kota seperti Patung Jenderal Sudirman dan Bundaran HI tampak lebih redup dibandingkan kondisi normal.
Meskipun lampu jalan dipadamkan, visibilitas di sepanjang jalur protokol tersebut tetap terjaga berkat bantuan cahaya dari kendaraan yang melintas. Beberapa gedung tinggi dan papan iklan di sekitar lokasi terpantau masih menyalakan penerangan pada sejumlah titik tertentu.
Kondisi yang cukup gelap terlihat jelas di area jalur sepeda motor bawah Simpang Semanggi akibat minimnya pencahayaan pendukung. Seorang warga memberikan tanggapannya mengenai suasana kawasan bisnis yang mendadak tidak seterang biasanya tersebut.
"Sebenarnya tahu sih ada Hari Bumi, tapi karena enggak biasa saja. SCBD kan biasanya terang," kata Ghiffari (24).
Di sisi lain, situasi jalan yang redup dinilai tidak mengganggu kelancaran lalu lintas oleh para pengguna jalan di lokasi. Hal ini disampaikan oleh salah satu pengemudi moda transportasi daring yang sedang beraktivitas.
"Sama saja kok, terang-terang juga. Mobil ramai begini, lampunya pada terang semua," ujar Rama (28).
Kebijakan pemadaman ini menyasar berbagai klasifikasi bangunan mulai dari gedung pemerintah, pusat perbelanjaan, hingga apartemen di lima wilayah Jakarta. Namun, fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tetap beroperasi dengan penerangan penuh demi kelancaran pelayanan vital.
Aksi lingkungan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang dijalankan Pemprov DKI pada tahun 2025 lalu. Pada periode sebelumnya, kegiatan ini diklaim berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 439,76 megawatt hour (MWh) serta mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 365,53 ton CO2.