Seorang warga sipil di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami luka tembak akibat pantulan peluru saat personel Satlaklidpamfik Pomdam III/Siliwangi melakukan penindakan hukum pada Senin (11/5/2026).
Operasi penertiban tersebut menyasar dugaan keterlibatan oknum TNI AD dalam praktik pengoplosan gas subsidi di Kampung Garapan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Petugas dilaporkan mendapat perlawanan dari sekelompok warga setempat saat berupaya menegakkan hukum di lokasi kejadian. Insiden ini kemudian memicu tindakan pengamanan dari personel yang bertugas.
Komandan Denpom III/1 Bogor Letkol CPM Anggi Wahyu Hardiyanto memberikan penjelasan mengenai tindakan yang diambil oleh anggotanya di lapangan.
"Dalam kondisi yang mendesak tersebut, personel di lapangan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sesuai SOP untuk mengendalikan situasi," kata Anggi.
Tembakan peringatan tersebut menimbulkan dampak tidak terduga terhadap salah satu warga yang berada di sekitar lokasi. Peluru yang dilepaskan memantul dan mengenai anggota tubuh warga tersebut.
"Namun terdapat satu warga sipil yang terkena rekoset (pantulan) atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah kanan," ujar Anggi.
Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan perawatan medis secara cepat. Saat ini, penyelidikan internal masih terus berjalan secara mendalam.
"Penanganan permasalahan ini sedang dalam penyelidikan Pomdam III/Siliwangi, dan keterangan lebih lanjut akan dijelaskan oleh Pen Kodam III/Siliwangi," kata Anggi.