Puluhan pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Banjarbaru di Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis, Kalimantan Selatan, menggelar aksi mogok kerja sejak Sabtu (23/5). Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap pihak kontraktor yang terlambat membayar upah mereka selama satu bulan terakhir.
Keterlambatan hak para buruh ini memicu ketegangan di area pembangunan fasilitas publik tersebut, seperti yang dilansir dari Media Indonesia. Padahal, para pekerja mengaku telah melakukan kerja ekstra siang dan malam demi memenuhi target penyelesaian bangunan sekolah.
Mandor dari PT Ajisaka selaku sub-kontraktor, Hari, menjelaskan bahwa para pekerja belum melakukan negosiasi secara formal dengan PT SBS selaku kontraktor utama proyek. Pihaknya masih menunggu kejelasan terkait proses pencairan dana dari pihak mitra utama.
"Alasannya dari pihak kontraktor belum ada pencairan," ujar Hari.
Persoalan serupa diutarakan oleh Kasiani, mandor lain yang bertanggung jawab atas 35 orang pekerja di lokasi tersebut. Menurutnya, sebagian pekerja memilih untuk berhenti sementara waktu, sedangkan sebagian lainnya tetap bertahan melakukan aksi mogok kerja.
"Kami terus didesak pekerja untuk memenuhi hak mereka, terlebih ini sudah mendekati Idul Adha," tegas Kasiani.
Di sisi lain, Komisaris PT SBS Willy Subagyo menyatakan bahwa perusahaan kontraktor utama telah menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada PT Ajisaka. Willy bahkan mengklaim ada kelebihan pembayaran hingga Rp2 miliar untuk pengerjaan proyek yang berada di dua lokasi berbeda, yaitu di Lampung dan Banjarbaru.
Kondisi di lapangan sempat memanas karena para pekerja kecewa belum mendapatkan kepastian mengenai hak mereka menjelang hari raya. Hingga saat ini, Dinas Sosial maupun instansi terkait di Pemerintah Kota Banjarbaru belum memberikan keterangan resmi mengenai konflik yang terjadi di proyek Sekolah Rakyat tersebut.