Mayoritas pejabat bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve membuka peluang untuk menaikkan suku bunga acuan akibat meningkatnya risiko inflasi dari perang Iran, berdasarkan risalah rapat FOMC yang dirilis pada Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari Reuters.
Langkah pengetatan moneter tersebut dinilai krusial apabila tekanan harga terus bertahan di atas target bank sentral.
"Beberapa pengetatan kebijakan kemungkinan akan menjadi langkah yang tepat jika inflasi tetap tinggi secara persisten," tulis risalah tersebut.
Risalah dari pertemuan akhir April itu juga memperlihatkan bahwa banyak pembuat kebijakan ingin menghapus klausul yang mengisyaratkan penurunan suku bunga di masa depan. Penguatan kubu hawkish ini diprediksi menjadi tantangan besar bagi calon Ketua Federal Reserve baru, Kevin Warsh.
Konflik di Iran yang telah berlangsung hampir tiga bulan memicu lonjakan harga minyak hingga lebih dari 50 persen. Tekanan biaya energi tersebut memperluas inflasi pada berbagai sektor barang dan jasa, sementara kondisi pasar tenaga kerja dan tingkat pengangguran AS terpantau masih sangat kokoh.
Dalam rapat terakhir yang dipimpin oleh Jerome Powell tersebut, otoritas moneter memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Kendati demikian, terdapat empat pejabat yang menyatakan dissent atau perbedaan pendapat, yang merupakan jumlah terbanyak sejak tahun 1992.
Situasi geopolitik saat ini turut mengubah sentimen pasar obligasi global dan proyeksi para ekonom. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun melonjak ke level tertinggi dalam 15 bulan terakhir di atas 4,10 persen, sementara kurang dari separuh ekonom kini memproyeksikan adanya pemangkasan suku bunga sebelum bulan Desember.
| Indikator | Perkembangan |
|---|---|
| Sikap pejabat The Fed | Semakin hawkish |
| Peluang kenaikan suku bunga | Meningkat |
| Target inflasi The Fed | 2% |
| Suku bunga saat ini | 3,50% - 3,75% |
| Jumlah dissent | 4 pejabat |
| Penyebab utama | Inflasi akibat perang Iran |
| Harga minyak | Naik lebih dari 50% |
| Ekspektasi pasar | Pemangkasan suku bunga makin kecil |
| Kelompok | Pandangan |
|---|---|
| Hawkish | Ingin suku bunga tetap tinggi atau naik |
| Dovish | Masih mendukung pemangkasan suku bunga |