Pedagang Warung Nasi Bandung Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Gas

Pedagang Warung Nasi Bandung Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Gas
Foto: Ilustrasi Pedagang Warung Nasi Bandung Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Gas.

Sejumlah pedagang warung nasi di Kota Bandung, Jawa Barat, menghadapi tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga gas nonsubsidi yang baru saja diberlakukan. Kondisi ini memaksa para pelaku usaha kecil untuk memutar otak guna menjaga kelangsungan bisnis mereka di tengah beban pengeluaran yang membengkak.

Sebagaimana dilansir dari Kompas, para pemilik warung makan tersebut mengambil langkah berisiko dengan tetap mempertahankan harga jual menu mereka kepada konsumen. Keputusan tersebut diambil demi mencegah larinya pelanggan tetap yang dikhawatirkan akan keberatan jika terjadi penyesuaian tarif makanan.

Peningkatan biaya pengadaan elpiji nonsubsidi ini secara langsung memangkas margin keuntungan yang diperoleh para pedagang setiap harinya. Meskipun biaya operasional melonjak, stabilitas harga di tingkat konsumen menjadi prioritas utama para pelaku usaha saat ini.

Iis, salah seorang pedagang warung nasi di Bandung, mengungkapkan beban tambahan yang kini harus ia tanggung untuk menjalankan usahanya. Ia menyebutkan bahwa modal yang dikeluarkan kini jauh lebih besar terutama untuk pengadaan bahan bakar memasak.

"Kita pantau langsung dampak kenaikan harga elpiji nonsubsidi pada pedagang makanan bersama Jurnalis KompasTV, Vidaa Alatas dan Juru Kamera, Reza Pratama, di Bandung, Jawa Barat." kata Iis, pedagang warung nasi.

Kenaikan ini sangat dirasakan karena Iis merupakan pengguna rutin elpiji ukuran 12 kilogram untuk keperluan memasak dagangannya. Selain mengharapkan stabilitas harga, para pedagang berharap ada solusi dari pemerintah agar biaya operasional tidak terus merangkak naik yang dapat mengancam keberlanjutan usaha mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi