Pedagang Bogor Belum Ketahui Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi

Pedagang Bogor Belum Ketahui Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi
Foto: Ilustrasi Pedagang Bogor Belum Ketahui Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi.

Sejumlah pangkalan gas di Kota Bogor belum mengetahui adanya kebijakan kenaikan harga elpiji (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram pada Senin (20/4/2026). Meskipun Pertamina Patra Niaga telah menetapkan penyesuaian tarif baru di wilayah Jawa Barat yang mulai berlaku sejak Sabtu (18/4/2026).

Berdasarkan ketetapan terbaru, harga LPG nonsubsidi di Jawa Barat dipatok sebesar Rp 107.000 untuk ukuran 5,5 kg dan Rp 228.000 untuk ukuran 12 kg. Namun, dilansir dari Megapolitan, para pedagang di lapangan terpantau masih memberlakukan harga lama karena minimnya sosialisasi.

Fani, pemilik pangkalan gas di Kebon Pedes, menyatakan dirinya sama sekali belum mendapatkan informasi resmi mengenai perubahan harga untuk kedua jenis tabung tersebut.

"Belum kalau itu, tapi kalau yang 3 Kg-an enggak ada info naik sih. Kalau yang 5 Kg belum, emang belum ada info," kata Fani.

Hingga saat ini, pangkalan milik pria berusia 37 tahun tersebut masih menjual LPG 5,5 kg dengan harga Rp 100.000. Sementara itu, untuk ukuran 12 kg, ia masih mematok harga sebesar Rp 220.000 kepada konsumen.

Fani menjelaskan bahwa permintaan untuk LPG ukuran 5,5 kg di wilayahnya relatif rendah dan lebih banyak digunakan oleh kelompok usaha kecil dibandingkan rumah tangga.

"Itu paling yang kayak rumah makan ya, yang punya usaha katering paling gitu. Ibu rumah tangga mah jarang, suka dibanding-bandingin harganya ya dapat lima katanya gitu, sudah lima kali satu dapat satu, iya jadi kalau rumah tangga enggak ada. Paling yang itu, usaha katering gitu," tutur Fani.

Ketersediaan stok tabung 5,5 kg di pangkalannya juga dibatasi hanya sekitar 20 tabung sejak awal tahun. Karena peminat yang sedikit, stok tersebut hanya disediakan sebagai cadangan apabila sewaktu-waktu ada pelanggan yang mencari.

"Paling banyak sepuluh naruh saja, jadi buat kalau kata kita mah stok doang ya. Paling stok saja biar ada saja, biar ada yang nyari ada gitu stok," jelas Fani.

Ketidaktahuan mengenai kebijakan harga baru ini juga dialami oleh pedagang lain di kawasan yang sama. Salah satu rekan seprofesi Fani memilih tidak berkomentar lebih jauh karena belum mendapat pemberitahuan resmi dari agen atau pihak terkait.

"Saya enggak tahu kalau naik, coba ke yang lain aja," kata salah satu pedagang.

Untuk mengantisipasi perubahan harga, Fani berencana terus memantau grup komunikasi sesama pengusaha pangkalan gas guna mendapatkan informasi terkini mengenai kebijakan distribusi energi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi