Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP merespons positif apresiasi Presiden Prabowo Subianto atas pilihan politik partainya yang konsisten berada di luar pemerintahan demi menjaga fungsi kontrol dan keseimbangan demi tegaknya demokrasi nasional.
Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara pada Rabu, 20 Mei 2026, seperti dilansir dari Media Indonesia. PDIP menganggap langkah tersebut rasional untuk menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyampaikan terima kasih atas pengakuan presiden terhadap peran politik partainya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
"Ya, terima kasih Bapak Presiden memberikan pujian, dan memang seharusnya PDI Perjuangan ada di luar (pemerintahan)," ujar Andreas Hugo Pareira, Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP.
Andreas yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI menjelaskan bahwa kritik yang dilontarkan partainya selama ini bertujuan memberikan perspektif alternatif bagi jalannya pemerintahan.
"Kritik-kritik itu tentu maksudnya baik dan selama ini itu yang kami lakukan. Kritik diperlukan agar Presiden bisa mendengar pandangan lain. Ini bukan soal rasa, tapi soal rasionalitas dalam memandang suatu keadaan," tambah Andreas Hugo Pareira, Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP.
Di hadapan lebih dari 400 anggota DPR RI, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyatakan rasa terima kasih serta mengapresiasi pengorbanan PDIP sebagai satu-satunya partai parlemen yang memilih jalan di luar koalisi pemerintah.
"Demokrasi kita perlu check and balance. Saya paham dan mengerti, PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," tegas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Sikap saling menghormati antara kepala negara dan partai oposisi ini dinilai memberikan sinyal positif bagi stabilitas politik nasional dalam kerangka kepentingan besar pembangunan demokrasi di Indonesia.