Pemerintah Kamboja meresmikan sebuah patung penghormatan bagi Magawa, tikus pendeteksi ranjau darat yang legendaris, di wilayah Siem Reap pada Sabtu, 4 April 2026. Monumen tersebut dibuat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi satwa ini dalam menyelamatkan ribuan nyawa dari bahaya bahan peledak sisa konflik.
Magawa merupakan seekor tikus raksasa asal Afrika yang memiliki kemampuan penciuman tajam untuk menemukan bahan peledak tanpa memicu ledakan. Selama masa tugasnya sejak 2016 hingga pensiun, hewan ini telah membersihkan area seluas 141.000 meter persegi dari ancaman maut.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel, Magawa tercatat berhasil menemukan lebih dari 100 ranjau darat dan berbagai jenis bahan peledak lainnya. Prestasi luar biasa ini membuat Magawa menjadi tikus pertama dalam sejarah yang menerima medali emas dari lembaga amal hewan PDSA.
Organisasi internasional APOPO, yang melatih Magawa, menyatakan bahwa dedikasi hewan tersebut telah memberikan dampak keamanan yang sangat besar bagi penduduk lokal. Penggunaan tikus dinilai lebih efisien daripada anjing atau manusia karena bobot tubuh mereka yang sangat ringan.
"Kami sangat berterima kasih atas kerja luar biasa yang telah ia lakukan," jelas pernyataan APOPO.
Organisasi tersebut menekankan bahwa keberadaan tim tikus terlatih ini sangat krusial bagi pemulihan wilayah pascakonflik. Keberhasilan Magawa memungkinkan lahan-lahan yang sebelumnya berbahaya kini dapat digunakan kembali oleh warga untuk aktivitas sehari-hari.
"Di hadapan kita berdiri Magawa-makhluk kecil yang telah mengubah tanah tempat kita berpijak, ia mengembalikan kehidupan di setiap area yang berhasil dibersihkan. Setiap ranjau yang ditemukan berarti anak-anak bisa berjalan dengan aman, petani bekerja dengan tenang, dan masyarakat membangun kembali kehidupan tanpa rasa takut," ucap Dr Ly Tuch, Wakil Presiden Pertama Otoritas Aksi Ranjau dan Bantuan Korban Kamboja.
Ly Tuch menambahkan bahwa meskipun Magawa telah mati pada tahun 2022, semangat dan jasanya akan selalu diingat melalui monumen yang dipahat oleh seniman lokal tersebut. Patung ini berdiri tepat di area yang menjadi saksi sejarah perjuangan pembersihan ranjau di Kamboja.
"Patung ini bukan sekadar bentuk, tetapi juga pesan bahwa bahkan makhluk terkecil pun dapat meninggalkan dampak yang besar," lengkap Ly Tuch.
Hingga saat ini, Kamboja diperkirakan masih memiliki jutaan ranjau darat yang tertanam di berbagai wilayah pedesaan. Program pembersihan ranjau terus berlanjut dengan melibatkan generasi penerus Magawa untuk memastikan keamanan seluruh warga sipil di masa depan.