Pasar Modal Indonesia Hadapi Tekanan Berat Setelah Cetak Rekor IHSG

Pasar Modal Indonesia Hadapi Tekanan Berat Setelah Cetak Rekor IHSG
Foto: Ilustrasi Pasar Modal Indonesia Hadapi Tekanan Berat Setelah Cetak Rekor IHSG.

AWAL 2026, angin sejuk berhembus dari pasar modal Indonesia. Kinerja solid sepanjang 2025 menjadi sentimen positif yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan 20 Januari 2026 di level 9.134. ÔÇ£To the moonÔÇØ menjadi istilah yang akrab di telinga para investor dan pelaku pasar modal.

Namun, gejolak geopolitik global memicu perubahan arah angin yang signifikan di pasar modal dunia, termasuk Indonesia. Ditambah dengan beberapa isu domestik, pasar modal Indonesia menghadapi tekanan berat. Hingga akhir Mei, IHSG tercatat anjlok hampir 30 persen.

Di luar tekanan harga saham saat ini, harus diakui jika kinerja pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang cukup solid.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Dari sekitar 440 emiten pada tahun 2011, jumlahnya melonjak menjadi 956 perusahaan di awal 2026, artinya naik lebih dari dua kali lipat dalam 14 tahun. Selain itu, basis investor berhasil menembus 20 juta (SID) di akhir 2025, dengan target tambahan 2 juta investor baru tahun ini.

Di balik angka-angka yang membanggakan itu, ada satu profesi yang tumbuh senyap namun perannya kian krusial: Investor Relations Officer (IRO). Ironisnya, meski kebutuhannya terus membesar, kurikulum terkait Investor Relations nyaris absen dari banyak perguruan tinggi di Indonesia, baik di Ilmu Komunikasi maupun Akuntansi. Bahkan Asosiasi Investor Relations Indonesia (AIIR) Baru resmi berdiri pada Desember 2025. Profesi ini, dengan kata lain, masih dalam tahap menemukan bentuknya.

Di sinilah buku Road to Trust hadir tepat waktu. Ditulis oleh tim Investor Relations PT Pertamina (Persero), buku ini mendokumentasikan perjalanan transformasi fungsi IR Pertamina sejak penerbitan Global Bond pertama pada 2011.

Bukan sekadar catatan institusional, buku ini ialah peta jalan yang jujur tentang bagaimana kepercayaan investor dibangun, bukan dalam satu presentasi, melainkan melalui ratusan interaksi yang konsisten selama belasan tahun.

Enam bab buku ini disusun secara berurutan dan saling menopang. Dimulai dari evolusi profesi IR secara global dan di Pertamina, pembaca diajak memahami mengapa fungsi ini bergeser dari bawah koordinasi Corporate Secretary ke Direktorat Keuangan, sebuah pergeseran yang mencerminkan meningkatnya bobot strategis IR di era debt funding pascakrisis finansial 2008.

Bab-bab berikutnya mengupas ekosistem relasi IR, strategi membangun kepercayaan melalui kerangka tiga pilar: Keterbukaan, Kepatuhan, dan Komunikasi (3K), hingga peran unik Pertamina sebagai orkestrator IR di level grup, mengingat empat anak usahanya (PGAS, ELSA, TUGU, PGEO) telah tercatat di BEI.

Salah satu bagian yang paling menarik ialah kisah nyata manajemen krisis: ketika isu hukum tata kelola menerpa Pertamina dan menjadi sorotan publik, tim IR memilih pendekatan komunikasi proaktif kepada investor alih-alih menunggu. Pendekatan ini berhasil menjaga ketenangan pasar.

Meski demikian, sebagai sebuah buku yang berpotensi menjadi rujukan utama di Indonesia, masih terdapat ruang pengembangan yang dapatdipertimbangkan untuk menambah bobot isi buku. Apa itu? Pembahasan terkait perusahaan terbuka (Tbk).

Khususnya mengenai tahapan pre-IPO, proses IPO, hingga dinamika hubungan dengan equity investor seperti melalui RUPS atau public expose. Hal ini penting mengingat aspek equity market lebih familiar bagi publik dan mahasiswa yang baru mengenal dunia pasar modal.

Secara keseluruhan, Road to Trust berhasil mengisi kekosongan literatur Investor Relations di Indonesia dengan pendekatan yang sistematis, reflektif, dan kontekstual. Buku ini tidak hanya relevan bagi praktisi, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi akademisi dan mahasiswa untuk melihat Investor Relations sebagai bidang strategis yang menjanjikan di masa depan. (H-2)

- Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dimulai, Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa 21/5/2026 16:05 Pada momentum pembukaan Tanwir II ini, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla.

- Jerry Hermawan Lo Tuangkan Pengalaman Hidup dalam Buku The Art of Simple Leadership 09/5/2026 05:29 Pengusaha Jerry Hermawan Lo meluncurkan buku The Art of Simple Leadership karya Steven Beteng di Gading Serpong.

- Jimly Asshiddiqie Luncurkan Buku 'Etika yang Melembaga', Usul Pembentukan Mahkamah Etik Nasional 18/4/2026 06:56 Jimly Asshiddiqie meluncurkan buku 'Etika yang Melembaga' dan mengusulkan pembentukan Mahkamah Etik Nasional untuk menata peradilan etik di Indonesia.

- Bedah Buku Boni Hargens: Menelaah Transformasi Ilmu Politik dari Zaman Klasik hingga Tantangan Era Digital 12/4/2026 21:31 Dengan merujuk pada pemikiran filsuf besar seperti Sokrates, Plato, hingga Aristoteles, buku ini menekankan bahwa politik pada hakikatnya adalah sebuah kebajikan.

- Menginspirasi, Guru Besar USK Sulaiman Tripa, Luncurkan Buku 225 di Hari Jadi Ke-50 03/4/2026 17:53 Sulaiman juga menyebutkan bahwa dua judul buku yang diluncurkan di ulang tahunnya ke-50 ini, disiapkan dalam waktu akhir tahun 2025 hingga awal 2026.

- MyPertamina Raih Penghargaan Inovasi Digital berkat Transformasi Layanan Energi 24/5/2026 14:08 Transformasi digital di sektor energi nasional terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

- Kilang Minyak yang Terus Bergerak Menuju Rendah Emisi secara Berkelanjutan 21/5/2026 13:05 BERADA di atap sebuah gedung megah di Cilacap, Jawa Tengah, yang memiliki luas 7.257 meter persegi tersebut berjajar panel-panel surya.

- Dukung Pemenuhan Gas untuk Kebutuhan Industri di Jawa Barat 20/5/2026 21:42 Pasokan gas dari Wilayah Kerja Pertamina EP ini berasal dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field, dengan total volume mencapai 20 miliar standar kaki kubik (BSCF).

- Survei: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina 18/5/2026 15:34 Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,47 persen.

- Mantan Petinggi Pertamina Divonis 6 Tahun, dalam Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah 12/5/2026 18:03 Majelis Hakim Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada eks petinggi Pertamina Alfian Nasution dan Hanung Budya terkait korupsi minyak mentah.

Artikel terkait

Rekomendasi