Pasar Kripto Bersiap Hadapi Volatilitas Tinggi Pekan Ini

Pasar Kripto Bersiap Hadapi Volatilitas Tinggi Pekan Ini
Foto: Ilustrasi Pasar Kripto Bersiap Hadapi Volatilitas Tinggi Pekan Ini.

Pasar aset digital berpotensi mengalami guncangan volatilitas yang tinggi sepanjang pekan ini. Situasi tersebut dipicu oleh menumpuknya sejumlah agenda penting pada tingkat global yang terjadi secara bersamaan.

Rangkaian sentimen utama yang menjadi sorotan meliputi rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Selain itu, pasar juga menanti perilisan data inflasi AS serta jalannya pembahasan regulasi aset digital oleh Senat AS.

Dikutip dari Investortrust, lembaga perdagangan aset digital QCP Capital melaporkan bahwa kombinasi dari berbagai agenda besar tersebut akan menjadi faktor penentu utama bagi arah pergerakan Bitcoin serta aset kripto lainnya dalam jangka pendek.

Para pemodal kini memusatkan perhatian pada dialog Trump dan Xi Jinping yang berlangsung di Beijing. Pertemuan bilateral tersebut dijadwalkan membahas isu hubungan dagang, pasokan logam tanah jarang, keamanan nasional, hingga dinamika konflik di Timur Tengah.

Pergerakan harga aset berisiko dinilai menjadi sangat sensitif terhadap segala bentuk sinyal deeskalasi geopolitik yang muncul dari pertemuan itu. Di sisi lain, pasar juga mengantisipasi rilis data ekonomi AS yang mencakup Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI), dan angka penjualan ritel periode April 2026.

Data-data makroekonomi tersebut memegang peranan krusial bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga acuan. Jika angka inflasi mencatatkan hasil yang lebih rendah dari proyeksi, ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter akan terbuka sehingga menguntungkan sektor kripto.

Sebaliknya, apabila laju inflasi tetap bertahan pada level tinggi, tekanan besar berpotensi membayangi pergerakan harga Bitcoin dan instrumen digital lainnya. Sementara dari sisi regulasi, Komite Perbankan Senat AS bersiap melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) CLARITY.

Regulasi baru tersebut dirancang untuk menghadirkan kepastian hukum yang jelas dalam industri kripto. Langkah ini dipandang oleh QCP Capital sebagai sinyal positif yang berpotensi besar memikat kedatangan para investor institusional ke pasar aset digital.

Hingga saat ini, pergerakan Bitcoin dilaporkan masih kokoh bertahan di atas level psikologis US$ 80.000. QCP Capital menetapkan area US$ 80.000 sebagai zona support kuat, sedangkan level US$ 84.000 diposisikan sebagai batas resistance utama.

Puncak batas atas tersebut dinilai memerlukan dorongan atau katalis makroekonomi yang masif agar dapat ditembus dengan meyakinkan. Saat ini, indeks volatilitas saham AS (VIX) terpantau stabil di bawah angka 18, yang mencerminkan tingkat volatilitas tersirat yang rendah.

Kondisi pasar yang cenderung tenang ini membuat biaya lindung nilai atau hedging lewat instrumen opsi menjadi jauh lebih murah. Momentum ini dimanfaatkan oleh para trader untuk menerapkan strategi perdagangan jangka pendek demi mengantisipasi lonjakan pergerakan harga.

Berdasarkan data Coinmarketcapnews pada Selasa (12/5/2026) pukul 07.00 WIB, pergerakan pasar aset kripto secara umum memperlihatkan tren yang bervariasi dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Meskipun mengalami koreksi harian yang tipis sebesar 0,69%, harga Bitcoin (BTC) masih bertahan pada level US$ 81.768,10. Sementara itu, Ethereum (ETH) terpantau melemah 1,54% sehingga menempati posisi US$ 2.340,63. Nilai Tether (USDT) bergerak stabil di kisaran US$ 0,9997.

Di tengah tren penurunan yang melanda sejumlah aset utama, XRP justru mencatatkan penguatan sebesar 0,30% dan berada pada harga US$ 1,47. Kenaikan juga dialami oleh BNB yang tumbuh sebesar 0,98% hingga menyentuh level US$ 672,26.

Artikel terkait

Rekomendasi