Pasar kripto menunjukkan pergerakan yang signifikan sebagai respons terhadap situasi geopolitik global serta kebijakan moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed pada April lalu. Kondisi ini memicu perhatian investor mengenai arah pergerakan harga pada periode selanjutnya, apakah akan memasuki fase pemulihan atau tetap bergerak dalam rentang harga yang terbatas.
Seperti dikutip dari Investortrust, pergerakan ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen besar, termasuk ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran. Meskipun konflik tersebut membatasi sentimen pasar, kehadiran permintaan dari ETF kripto institusional memberikan dorongan positif bagi industri aset digital.
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat menutup bulan April dengan performa yang kuat. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Microsoft, dan Amazon mencatatkan kinerja keuangan di atas proyeksi pada 29 April, termasuk pertumbuhan Google Cloud sebesar 63% dan AWS yang bertumbuh 28%, sementara Tesla mencatatkan pendapatan di bawah prediksi namun memiliki pendapatan per saham yang baik.
Sementara itu, The Fed memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 3,5%-3,75% dalam tiga pertemuan berturut-turut. Kebijakan ini diwarnai perbedaan pendapat, di mana terdapat empat anggota yang menyatakan tidak setuju, jumlah terbanyak sejak tahun 1992, yang mencerminkan adanya perbedaan pandangan terkait risiko inflasi dan arah kebijakan masa depan.
Melansir data dari Luno pada Kamis (7/5/2026), terdapat beberapa peristiwa penting yang diproyeksikan menjadi pemicu pergerakan pasar ke depan.
Jaringan Solana dijadwalkan menerima pembaruan teknis bertajuk upgrade SIMD-266. Pembaruan ini dirancang untuk memotong biaya data hingga 98% sekaligus meningkatkan kapasitas transaksi jaringan.
Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan kepadatan jaringan dan menawarkan biaya yang lebih ekonomis bagi pengguna aplikasi berbasis Solana. Keberhasilan implementasi ini berpotensi meningkatkan minat pengembang dan pengguna baru, serta memengaruhi pergerakan harga aset SOL.
Selain Solana, Bitcoin Cash juga bersiap meluncurkan pembaruan teknis terbesar pertamanya setelah beberapa tahun melalui upgrade Layla. Pembaruan ini akan menambahkan fungsionalitas kontrak pintar atau smart contract pada jaringan Bitcoin Cash.
Kehadiran fitur ini membuat Bitcoin Cash memiliki kapabilitas yang serupa dengan Ethereum dan Solana. Pembaruan Layla membuka kesempatan bagi pengembangan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) serta uang terprogram di dalam jaringan BCH.
Indikator Ekonomi dan Data Tenaga Kerja Amerika Serikat
Faktor makroekonomi turut memengaruhi laju pasar finansial, termasuk angka pengangguran Amerika Serikat yang tercatat turun ke posisi 4,3% pada Maret, di bawah prediksi awal sebesar 4,4%.
Akan tetapi, penurunan angka tersebut dipengaruhi oleh banyaknya populasi yang keluar dari pasar tenaga kerja dan tidak berpartisipasi. Angka pengangguran terselubung justru mengalami kenaikan hingga mencapai 8,0%, yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan struktural di sektor ketenagakerjaan.
Kondisi ini memicu spekulasi mengenai apakah The Fed akan tetap mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat atau hawkish. Di sisi lain, data inflasi atau CPI Amerika Serikat berada di level 2,4% secara tahunan (year on year), yang berarti masih berada di atas target jangkar The Fed sebesar 2%.
Para analis memproyeksikan bahwa dampak dari kebijakan tarif dagang dapat mulai terlihat pada data ekonomi berikutnya. Angka inflasi yang tetap tinggi berpotensi menunda pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral.
Dinamika Perdagangan Global dan Momentum Historis
Hubungan dagang internasional juga menjadi perhatian seiring langkah Amerika Serikat dan Inggris yang sedang mengupayakan finalisasi kerangka kerja perdagangan bilateral. Kedua belah pihak mengejar tenggat waktu penyelesaian pada 9 Mei.
Negosiasi ini merupakan bagian dari rangkaian kesepakatan dagang baru yang dipicu oleh kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump. Perkembangan dari hasil kesepakatan ini diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap dinamika pasar global.
Di luar sentimen ekonomi dan data teknis, komunitas aset digital juga menyambut peringatan historis Bitcoin Pizza Day. Peristiwa ini merayakan momentum transaksi komersial pertama di dunia nyata yang menggunakan Bitcoin.
Meskipun momentum historis ini tidak memberikan pengaruh yang sebesar kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan harga, Bitcoin Pizza Day tetap memiliki nilai historis yang fundamental bagi ekosistem aset kripto global.