Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengidentifikasi keberadaan parkir liar sebagai penghambat utama proses pemadaman kebakaran di permukiman padat Jakarta Selatan pada Jumat (24/4/2026). Masalah aksesibilitas ini dilaporkan menyulitkan petugas pemadam saat berupaya menjangkau titik api dengan cepat.
Kondisi jalur masuk yang sempit diperparah dengan banyaknya kendaraan yang terparkir sembarangan di bahu jalan. Dilansir dari Megapolitan, kendala ini menjadi perhatian serius otoritas penanggulangan bencana daerah.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan menjelaskan bahwa hambatan fisik di lapangan sangat memengaruhi kecepatan penanganan kebakaran.
ÔÇ£Kendalanya itu adalah akses untuk masuk ke dalam (pemukiman padat). Jadi masalah parkir liar itu cukup mengganggu dalam hal pemadaman api,ÔÇ£ kata Yohan dalam keterangannya.
Pihak BPBD juga menyoroti keberadaan bangunan liar yang menutupi fasilitas krusial bagi petugas. Hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan melakukan upaya pemadaman mandiri saat api baru mulai berkobar.
ÔÇ£Di beberapa area padat, akses ke hidran mandiri atau sumber air alami seringkali tertutup bangunan liar,ÔÇØ tambah Yohan.
Persoalan akses air ini menjadi krusial lantaran Indonesia sedang memasuki fase transisi menuju musim kemarau. Wilayah Kecamatan Jagakarsa disebut sebagai salah satu titik di Jakarta Selatan yang memiliki potensi kerawanan kekeringan tinggi.
Guna menghadapi ancaman tersebut, BPBD bersama Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) serta PDAM melakukan koordinasi. Upaya ini difokuskan pada ketersediaan air bersih bagi warga di kawasan padat penduduk selama musim kemarau.
Yohan membandingkan tingkat kebakaran di Jakarta yang setara dengan Tokyo, Jepang, namun terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kesadaran masyarakat. Menurutnya, kemampuan warga dalam memitigasi api sejak dini perlu ditingkatkan secara masif.
ÔÇ£Kalau di Jakarta, 9 dari 10 kejadian itu ditangani Gulkarmat. Kalau di Jepang sebaliknya, dari 10 kejadian kebakaran, 8 itu berhasil ditanggulangi oleh masyarakat,ÔÇØ ungkap Yohan.
Masyarakat pun didorong untuk membekali diri dengan kemampuan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mencegah kebakaran meluas. Selain itu, warga diimbau menyiapkan Tas Siaga Bencana untuk memenuhi kebutuhan darurat selama beberapa hari.
Tas tersebut disarankan berisi barang penting seperti makanan ringan, air mineral, senter, uang tunai, dokumen penting, pengisi daya, peluit, serta obat-obatan pribadi.