Peta produksi susu sapi perah di Jawa Tengah kini mengalami pergeseran signifikan. Seperti dilansir dari Media Indonesia pada Rabu (27/5), kawasan Pantai Utara (Pantura) seperti Kabupaten Batang, Pekalongan, dan Brebes diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi industri susu nasional.
Langkah strategis ini diambil guna memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang masih sangat bergantung pada impor. Pengembangan ini sekaligus ditujukan untuk menyuplai industri pengolahan susu yang mulai menjamur di kawasan industri Batang.
Kabupaten Batang dan Pekalongan telah memulai pengembangan ternak sapi perah secara intensif. Kehadiran sentra baru ini menjadi angin segar bagi ekosistem industri di Jawa Tengah, meski populasinya belum sebesar daerah sentra lama.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Andiningtyas Mula Pertiwi, mengungkapkan bahwa berdirinya pabrik susu besar di Batang menjadi pemicu utama pengembangan ini. Di Kecamatan Reban, Batang, saat ini telah tersedia 150 ekor sapi perah sebagai tahap awal.
"Selama ini produksi susu sapi perah didominasi daerah di Jawa Tengah bagian selatan dan tengah, kini sejumlah daerah di Pantura juga ikut mengembangkan sapi perah menyusul berdirinya pabrik susu di Batang," ujar Andiningtyas.
Mega Farm Brebes Targetkan Pangkas Impor
Salah satu proyek paling ambisius adalah pengembangan Mega Farm di Kabupaten Brebes. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan bahwa fasilitas di Brebes ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional.
Angka ini sangat krusial mengingat saat ini produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional melonjak hingga 4,7 juta ton. Hal tersebut menunjukkan sekitar 80 persen kebutuhan susu Indonesia masih dipenuhi melalui impor.
"With tambahan produksi dari Brebes yang cukup signifikan, kita dapat menekan ketergantungan impor dan berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah untuk menyamai Provinsi Jawa Timur," tegas Agung Suganda.
| Kategori Data | Statistik Nasional/Provinsi |
|---|---|
| 85.814 Ekor | 1 Juta Ton/Tahun |
| 4,7 Juta Ton/Tahun | 80 Persen |
Strategi Impor Sapi Australia dan Pembibitan UPT
Guna mempercepat pemenuhan target tersebut, Jawa Tengah berencana mendatangkan 40 ekor sapi perah unggul asal Australia pada tahun ini. Sapi-sapi ini tidak hanya difungsikan untuk produksi susu, tetapi juga sebagai bibit unggul yang akan dikelola di Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Skema pembibitan yang lebih modern dan terukur ini juga ditargetkan mampu meningkatkan taraf ekonomi para peternak lokal.
Sentra Populasi Sapi Perah Lama
Hingga saat ini, pusat produksi susu di Jawa Tengah masih terkonsentrasi di wilayah dataran tinggi dengan iklim sejuk. Beberapa daerah tersebut meliputi Kabupaten Boyolali sebagai produsen terbesar dan kantong populasi utama.
Wilayah lainnya adalah Kabupaten Semarang di lereng Gunung Ungaran (Kecamatan Getasan), serta Kabupaten Wonosobo dan Temanggung di area dataran tinggi pegunungan Dieng. Selain itu, terdapat Kabupaten Klaten yang pengelolaannya berbasis koperasi di lereng Gunung Merapi.
Kehadiran Batang, Pekalongan, dan Brebes sebagai pemain baru di jalur Pantura diprediksi akan mengubah peta persaingan industri susu. Langkah ekspansi ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di sektor peternakan.