Panitia Kurban Wajib Perhatikan Kesejahteraan Hewan Sejak Tahap Penerimaan

Panitia Kurban Wajib Perhatikan Kesejahteraan Hewan Sejak Tahap Penerimaan
Foto: Ilustrasi Panitia Kurban Wajib Perhatikan Kesejahteraan Hewan Sejak Tahap Penerimaan.

Penyembelihan hewan kurban pada momentum Idul Adha harus mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare selain pemenuhan aspek syariat.

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun panitia kurban diinstruksikan untuk memberikan perhatian serius pada fasilitas penampungan serta proses penerimaan ternak. Langkah ini krusial guna menekan risiko cedera dan stres pada hewan sebelum proses penyembelihan dilakukan.

Dikutip dari Cahaya, Henny Nuraini selaku Dosen Fakultas Peternakan IPB University menjelaskan bahwa penerapan prinsip ihsan meliputi seluruh rangkaian penanganan hewan kurban, dimulai sejak ternak tiba di lokasi.

Henny menekankan pentingnya bagi panitia untuk menyediakan sarana penerimaan yang layak sebagai bagian dari standar pemotongan yang baik. Hal yang sering dianggap sekadar urusan teknis ini justru berdampak besar pada kenyamanan ternak dan kualitas penanganan secara menyeluruh.

ÔÇ£Fasilitas pemotongan hewan, DKM atau panitia qurban harus menyiapkan tahapan proses penerimaan hewan,ÔÇØ ujar Henny saat berbicara di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Panitia kurban disarankan menyediakan rampa atau tempat khusus untuk menurunkan ternak yang lokasinya berdekatan dengan area penampungan permanen.

Keberadaan rampa berfungsi vital untuk meminimalisir potensi luka fisik sekaligus menjaga kondisi psikologis hewan agar tidak stres saat proses bongkar muat dari kendaraan pengangkut.

ÔÇ£Disediakan tempat untuk menurunkan ternak (rampa) yang letaknya dekat dengan tempat penampungan,ÔÇØ kata Henny yang juga merupakan auditor halal LPPOM.

Desain fasilitas ini tidak boleh sembarangan agar tetap aman bagi keselamatan hewan. Permukaan rampa harus dipastikan tidak licin, bebas dari celah yang bisa menjepit kaki, serta memiliki kemiringan di bawah 30 derajat.

ÔÇ£Rampa dibuat tidak licin, tidak ada celah, sudut kemiringan kurang dari 30 derajat dan tidak melukai ternak,ÔÇØ ujarnya.

Modifikasi Fasilitas Sesuai Kondisi Lapangan

Penerapan prinsip kesejahteraan hewan tidak selalu identik dengan penggunaan sarana yang mahal atau teknologi rumit. Panitia tetap bisa melakukan penyesuaian kreatif di lapangan.

Jika terdapat keterbatasan fasilitas permanen, modifikasi dapat dilakukan menggunakan bahan yang tersedia di lokasi selama standar keamanan dan prinsip ihsan tetap terjaga dengan baik.

ÔÇ£Dapat dimodifikasi sesuai kondisi yang ada, contoh menggunakan papan atau tumpukan karung berisi pasir,ÔÇØ tuturnya.

Komitmen terhadap tahap awal kedatangan hewan ini membuktikan bahwa ibadah kurban menuntut tanggung jawab penuh atas makhluk hidup sejak diterima hingga disembelih. Penanganan yang tertib dan aman diharapkan dapat memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai tuntunan syariat.

Artikel terkait

Rekomendasi