Modal Kerja Menipis PT Panca Mitra Multiperdana Tutup Sejumlah Pabrik

Modal Kerja Menipis PT Panca Mitra Multiperdana Tutup Sejumlah Pabrik
Foto: Ilustrasi Modal Kerja Menipis PT Panca Mitra Multiperdana Tutup Sejumlah Pabrik.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) melaporkan kesulitan modal kerja yang berdampak pada penghentian operasional sebagian besar pabriknya di Situbondo. Dilansir dari Detik Finance pada Kamis (7/5/2026), emiten yang berafiliasi dengan Kaesang Pangarep ini kini hanya mampu menjalankan satu unit fasilitas produksi saja.

Perusahaan pengolah makanan beku berbasis udang tersebut membutuhkan suntikan dana segar senilai US$ 15 juta atau setara Rp 260,39 miliar untuk memulihkan operasional. Meski ruang gerak terbatas, manajemen mengklaim tetap menjaga relasi bisnis dengan jaringan pemasok serta pelanggan lama.

"Untuk saat ini perusahaan masih terkendala dengan modal kerja sehingga hanya satu plant saja yang masih beroperasi," tulis Martinus Soesilo, Direktur Utama PMMP.

Keterbatasan finansial ini juga memicu kebijakan pengurangan tenaga kerja di lingkungan perseroan secara bertahap sejak tahun 2024. Martinus mengonfirmasi bahwa penurunan kapasitas produksi menjadi alasan utama di balik langkah pemutusan hubungan kerja tersebut.

"Pemutusan hubungan kerja dengan karyawan dikarenakan penurunan kapasitas produksi. Jumlah karyawan yang di-PHK sejak tahun 2024 sebanyak 37 orang staf, 79 orang harian, serta 82 staf resign," ungkap Martinus Soesilo, Direktur Utama PMMP.

Berdasarkan data keuangan per 30 September 2025, pendapatan emiten berkode PMMP ini merosot tajam sebesar 51,13 persen secara tahunan. Penurunan signifikan terlihat pada sektor penjualan udang Vannamei yang menjadi pilar bisnis utama perusahaan.

Selain itu, pendapatan dari lini usaha udang tangkapan laut (sea caught) dan ikan salmon menyumbang US$ 4,54 juta atau sekitar Rp 78,85 miliar pada periode September 2024. Penurunan kinerja ini disebut murni akibat masalah likuiditas modal kerja yang belum teratasi.

"Kendala saat ini yang dihadapi oleh perseroan adalah karena kurangnya modal kerja. Tindak lanjut yang sedang dilakukan yakni mencari mitra strategis untuk kerjasama tooling, maklon, sewa, serta pendanaan (investor)," pungkas Martinus Soesilo, Direktur Utama PMMP.

Artikel terkait

Rekomendasi