Pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 resmi dibuka mulai Kamis (23/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026) di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan guna mempromosikan industri olahraga ekstrem dan wisata bahari nasional.
Ajang tahunan ke-18 ini menampilkan perlengkapan luar ruangan serta olahraga ekstrem dengan penawaran potongan harga mencapai 70 persen untuk berbagai produk lokal maupun internasional, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Penyelenggara menggandeng ADEX 360 (Asia Dive Expo) guna memperluas jangkauan pengunjung, mulai dari tingkat pemula hingga profesional di bidang selam, fotografi, hingga komunitas petualang.
Founder Deep and Extreme Indonesia, Dharmawan Sutanto menekankan peran pameran ini sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan bagi ekosistem olahraga petualangan di tanah air.
"DXI 2026 adalah penyelenggaraan ke-18 dan juga secara konsisten menjadi ruang bagi tumbuhnya ekosistem olahraga petualangan di Indonesia. Tahun ini, DXI kembali digelar menegaskan perannya sebagai platform kolaborasi yang memperkuat industri diving, outdoor, dan ekstrem secara berkelanjutan," kata Dharmawan, Kamis (24/4/2026).
Sinergi dengan pihak internasional diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan wisata petualangan global melalui edukasi yang tepat bagi masyarakat.
"ADEX sendiri telah berkembang di berbagai negara, dan Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam jaringan internasional tersebut. Ajang ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi wisata bahari bagi masyarakat Indonesia," kata Jhon Thet, Founder ADEX.
Eksibisi ini diikuti oleh lebih dari 137 peserta pameran yang menyediakan teknologi untuk aktivitas freediving, scuba diving, panjat tebing, trail running, hingga kendaraan off-road.
Berbagai kompetisi menarik turut diselenggarakan, mulai dari Underwater Mermaid Competition, Underwater Photo Competition, hingga ajang Adventure Shootout untuk para pegiat visual bawah air.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan dukungan penuh terhadap acara ini sebagai pendorong ekonomi sektor wisata.
"Kami berharap DXI 2026 sebagai salah satu pameran terbesar di Indonesia dan bisa menghadirkan tidak hanya pengunjung yang menggemari olahraga ekstrim namun juga menggaet masyarakat awam yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai apa saja wisata petualangan yang ada di Indonesia," kata Agus saat membuka pameran.
Agus menilai kolaborasi strategis antarpihak dapat melahirkan destinasi wisata baru selain wilayah populer seperti Bali dan Labuan Bajo melalui penguatan ekonomi kreatif.
"Kami juga turut mendukung dan mengawal kerjasama DXI dengan ADEX, agar kolaborasi ini diharap mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pariwisata bahari dan petualangan kelas dunia. Sekaligus membuka peluang lebih luas bagi promosi potensi maritim nasional di kancah global," kata Agus.
Pemerintah menyoroti potensi besar wilayah perairan Indonesia yang mencakup sebagian besar wilayah kedaulatan negara sebagai modal utama pariwisata.
"Kontribusi wisata bahari diperkirakan menyumbang sekitar 32 persen hingga 42 persen terhadap total aktivitas ekonomi pariwisata nasional," kata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
Tiket masuk harian pameran yang beroperasi pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB ini dibanderol seharga Rp 50.000, sedangkan tiket terusan untuk empat hari tersedia seharga Rp 150.000.