Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana memasukkan gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi atau PADI ke dalam kalender ajang pariwisata daerah pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil menyusul tingginya antusiasme publik terhadap pameran yang berlokasi di Soropadan, Kabupaten Temanggung tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kegiatan yang mempertemukan sektor hulu pertanian dengan industri pengolahan. Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas, agenda serupa pada tahun 2025 tercatat mampu menyedot perhatian hingga 133.000 pengunjung.
Menurut Taj Yasin, penetapan status sebagai ajang pariwisata resmi akan memperkuat posisi PADI sebagai wadah strategis bagi masyarakat. Program yang digagas oleh alumni balai pelatihan pertanian ini telah terbukti berkontribusi dalam melahirkan regenerasi petani berkualitas di wilayah Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 625.000 petani milenial di wilayahnya. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 4,2 juta petani yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan dorongan bagi para petani muda agar bersedia kembali mengelola lahan persawahan. Fokus utama pengembangan sektor ini diarahkan pada penerapan teknologi pertanian yang lebih efektif dan efisien guna mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda.