Pasar tablet kelas atas bersiap menyambut kedatangan perangkat flagship terbaru dari Oppo. Perusahaan telah mengonfirmasi sejumlah fitur utama sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Dilansir dari Suara, perangkat yang diberi nama Oppo Pad 6 ini dijadwalkan meluncur di pasar China pada 26 Mei 2026. Kehadiran gawai ini terhitung lebih cepat dari siklus rilis yang biasa diterapkan oleh pabrikan.
Oppo biasanya memperkenalkan lini tablet flagship mereka pada kuartal keempat menjelang akhir tahun. Sebagai perbandingan, Oppo Pad 3 debut pada November 2024, sedangkan penerusnya dirilis pada Oktober 2025.
Langkah mengejutkan diambil dengan menghadirkan suksesor ini pada kuartal kedua tahun ini. Padahal, generasi sebelumnya baru saja didistribusikan ke pasar global, termasuk Indonesia, pada Februari lalu.
Sektor dapur pacu tablet baru ini mengandalkan performa dari chipset MediaTek Dimensity 9500S. Komponen premium tersebut didukung oleh kapasitas RAM yang mencapai hingga 16 GB.
Melalui pengujian internal, perusahaan mengklaim kekuatan pemrosesan perangkat mampu menembus skor AnTuTu sebesar 3,06 juta poin. Kemampuan tersebut diposisikan untuk segmen sub-unggulan agar harganya tetap terjangkau pembeli.
Desain Tipis dan Layar Anti-Reflektif
Performa tinggi yang ditawarkan juga diklaim sanggul melibas berbagai judul game dengan grafis berat. Namun, calon konsumen perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat krisis pasokan chip memori global.
Sebagai gambaran awal, generasi pendahulu dipasarkan dengan harga mulai dari 2599 yuan atau berkisar pada angka Rp6,8 juta saat pertama kali diperkenalkan.
Sisi estetika gawai ini tampil memukau lewat bodi ultra-tipis yang hanya memiliki ketebalan 5,99 mm. Bobot keseluruhan perangkat juga tergolong ringan untuk ukurannya, yakni berada di kisaran 577 gram.
Ketebalan impresif tersebut dipadukan dengan panel layar LCD berukuran 12,1 inci. Layar ini menawarkan resolusi tajam 3K dengan dukungan refresh rate tinggi mencapai 144Hz.
Mengutip informasi dari Gizchina, keunggulan utama dari sektor visual ini terletak pada adopsi teknologi Soft Light. Lapisan anti-reflektif khusus tersebut diklaim mampu menurunkan pantulan cahaya hingga 87 persen.