Tim gabungan dari Polres Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Anggota IV BPK Haerul Saleh di Tanjung Barat, Jagakarsa, pada Jumat (8/5/2026). Langkah hukum ini dilakukan untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda hunian tersebut pada pagi hari.
Kegiatan identifikasi dimulai pukul 12.20 WIB dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, proses olah TKP ini melibatkan personel Reskrim, Puslabfor, dan Inafis Polri guna mengumpulkan bukti teknis.
Petugas langsung memfokuskan pemeriksaan pada lantai empat bangunan yang menjadi titik awal munculnya api. Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi lantai rumah tampak tergenang air sisa pemadaman, sementara akses bagi awak media dibatasi di area luar rumah.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni menjelaskan bahwa kerusakan terparah terjadi pada area kerja pemilik rumah. Ruangan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat jago merah yang berkobar sejak pukul 07.35 WIB.
"(Kondisinya) hangus, sekitar 80 persen," kata Putu, Jumat.
Penjaga rumah, Harpen, memberikan keterangan mengenai detik-detik insiden yang terjadi saat Haerul Saleh sedang berada di dalam ruang kerja bersama dua kerabatnya. Upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum bantuan petugas tiba.
"Nah, si Alo sama Bang Anto (kerabat Haerul) tuh turun ke bawah teriak kebakaran. Nah, saya kira Bapak sudah keluar, ternyata Bapak belum keluar," kata Harpen, Jumat.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, Haerul Saleh ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Korban segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.