Platform pertukaran kripto global OKX menjalin kolaborasi dengan raksasa manajer aset BlackRock dan Standard Chartered untuk meluncurkan kerangka kerja jaminan aset ter-tokenisasi bagi investor institusi pada Kamis (30/4/2026).
Integrasi inovatif ini memungkinkan nasabah institusional menggunakan dana surat utang jangka pendek AS milik BlackRock yang di-tokenisasi, BUIDL, sebagai jaminan aktivitas perdagangan di bursa tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Suara, kerja sama ini mencatatkan sejarah baru karena melibatkan Standard Chartered sebagai bank kategori G-SIB pertama yang berperan sebagai kustodian jaminan aset digital di bursa kripto.
Global Managing Partner OKX, Haider Rafique, menilai inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi tokenisasi Real-World Assets (RWA) agar aset yang sebelumnya menganggur dapat memberikan keuntungan.
"Tokenisasi pada hakikatnya adalah membuat pasar yang sudah ada menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah diakses," ujar Haider Rafique, Global Managing Partner OKX.
Melalui mekanisme ini, aset nasabah VIP tetap tersimpan secara aman di Standard Chartered melalui skema off-exchange guna menghindari risiko kegagalan bursa meski proses transaksi tetap berjalan lancar di platform.
"Klien yang sadar risiko mengharapkan jaminan perdagangannya disimpan oleh bank G-SIB. Kerangka kerja ini dirancang untuk merefleksikan standar tersebut," kata Rifad Mahasneh, CEO OKX MENA.
BlackRock selaku pengelola dana memastikan bahwa struktur BUIDL memberikan fleksibilitas bagi para investor besar untuk tetap terhubung dengan sistem keuangan konvensional melalui teknologi rantai blok.
"BUIDL dirancang agar investor bisa mendapatkan imbal hasil dolar AS melalui rel blockchain," kata Samara Cohen, Global Head of Market Development BlackRock.
Hingga saat ini, BUIDL terus mengelola portofolio yang berfokus pada kas dan surat utang negara dengan distribusi imbal hasil on-chain yang kini terintegrasi langsung ke dalam sistem margin trading OKX.