OK Bank Indonesia Targetkan Penguatan Aset dan Cetak Laba Loncat Tinggi

OK Bank Indonesia Targetkan Penguatan Aset dan Cetak Laba Loncat Tinggi
Foto: Ilustrasi OK Bank Indonesia Targetkan Penguatan Aset dan Cetak Laba Loncat Tinggi.

PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mematangkan strategi bisnis untuk berfokus pada penguatan aset sebagai fondasi utama pertumbuhan berkelanjutan. Langkah strategis ini juga diarahkan untuk mendongkrak profitabilitas serta memperkokoh struktur liabilitas dan pendanaan.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, Wakil Direktur Utama Hendra Lie memaparkan bahwa penguatan aset bakal ditempuh lewat sejumlah langkah kunci. Strategi tersebut meliputi peningkatan kualitas portofolio debitur, ekspansi kredit ritel dan korporasi secara selektif, serta diversifikasi produk.

Di samping itu, pihak manajemen akan mengoptimalkan jaringan kantor secara strategis, memperkuat sistem manajemen risiko, dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Akselerasi profitabilitas juga didorong melalui transformasi digital dan pengembangan layanan berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan mampu memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas bank.

"Fokus pada penyaluran kredit berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang prudent jadi kunci dalam menghasilkan pendapatan berkelanjutan," kata Hendra Lie dalam Public Expose mengenai kinerja 2025 dan strategi 2026, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam upaya memperkokoh struktur pendanaan, bank melakukan pembaruan fitur serta layanan pada produk tabungan dan giro. Hal ini bertujuan meningkatkan daya saing, kenyamanan bertransaksi, dan menyelaraskan penawaran dengan kebutuhan nasabah yang dinamis.

OK Bank juga merancang program pendanaan jangka menengah dengan imbal hasil kompetitif. Program ini berjalan demi mempertahankan stabilitas dana pihak ketiga (DPK) sekaligus menjaga loyalitas nasabah dalam jangka panjang.

Langkah ekspansi instrumen juga dilakukan dengan mengambil peran sebagai submitra distribusi pemasaran produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Keterlibatan ini membuka alternatif investasi bagi nasabah sekaligus menyokong pendalaman pasar keuangan domestik.

Penguatan layanan payroll turut menjadi prioritas guna menggenjot volume transaksi harian. Fasilitas ini ditargetkan mampu memperluas basis nasabah baru serta membuka peluang cross-selling produk perbankan lainnya.

"Seluruh upaya ini diarahkan untuk memperkuat fondasi keuangan dan mendorong pertumbuhan stabil dan sehat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan kinerja Bank secara berkesinambungan," papar Hendra Lie.

Menengok kinerja keuangan 2025, bank mencatatkan rapor pertumbuhan yang positif pada aspek aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana, hingga profitabilitas. Total aset perusahaan naik menjadi Rp13,42 triliun pada 2025 dari posisi Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun pada 2023.

Rapor hijau juga terlihat pada sektor penghimpunan dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) berhasil terkumpul sebanyak Rp8,98 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang bernilai Rp7,54 triliun.

"Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap OK Bank." Ia menerangkan penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp10,73 triliun pada 2025 daripada Rp9,30 triliun pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas intermediasi bank berjalan lebih agresif tapi tetap terukur.

Peningkatan tajam terjadi pada pos profitabilitas perusahaan. Pendapatan bunga bersih tercatat merangkak naik ke angka Rp688,88 miIiar, sementara laba bersih melonjak drastis hingga mencapai Rp159,98 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp49,99 miliar.

"Hal ini menunjukkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan bank semakin membaik," imbuhnya.

Pertumbuhan efisiensi ini juga mendongkrak rasio profitabilitas perusahaan secara meyakinkan. Return on Asset (RoA) merangkak naik ke level 1,70 persen dan Return on Equity (RoE) ikut terkerek hingga menyentuh 4,35 persen.

"Peningkatan kedua rasio tersebut menandakan kemampuan OK Bank dalam menghasilkan laba dari aset dan modal yang dimiliki semakin kuat." Sementara itu, Margin Bunga Bersih (NIM) berada pada level 5,67%, sedikit lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yang menunjukkan bank mampu menjaga margin keuntungan dari aktivitas penyaluran kredit.

Kondisi permodalan dipastikan berada dalam koridor aman untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat kukuh di level 42,21 persen, jauh di atas batas minimum ketentuan regulasi.

"Secara keseluruhan, kinerja 2025 memperlihatkan Ok Bank mencatat pertumbuhan sehat dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi