Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penilaian strategis terkait pergerakan pasar modal domestik yang belakangan ini terus mengalami tekanan koreksi. Lembaga pengawas keuangan tersebut menyatakan bahwa penurunan indeks saham saat ini dipicu oleh dinamika geopolitik global serta reformasi integritas pasar modal nasional yang sedang berlangsung.
Meski posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini terlempar ke kisaran level 6.100, dikutip dari Suara, otoritas meminta para pelaku pasar tidak panik. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia tetap kuat karena didukung fundamental ekonomi nasional.
"Kita menyampaikan bahwa investasi di pasar modal, investasi di negara Indonesia adalah investasi jangka panjang. Karena itu kita harus selalu melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan," ungkap Friderica saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Friderica menekankan pentingnya bagi para pemodal untuk tetap fokus mengamati indikator makroekonomi dalam negeri serta berbagai langkah konkret yang diambil pemerintah bersama sektor jasa keuangan dalam memperkokoh struktur pembiayaan nasional. Ke depan, pasar modal dituntut wajib bertransformasi menjadi pilar pembiayaan strategis guna memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mengembalikan kepercayaan investor global.
"Kita lakukan untuk terus mendukung pembiayaan yang juga selain disokong dari sektor perbankan, juga tentunya disokong oleh sektor-sektor lain, terutama juga dari pasar modal," urainya menambahkan.
Lebih mendalam, OJK menggarisbawahi bahwa untuk mencapai lompatan ekonomi yang masif, Indonesia membutuhkan hadirnya mesin-mesin pertumbuhan ekonomi baru yang jauh lebih kokoh. Mesin pertumbuhan tersebut harus ditopang oleh basis ketersediaan dana pembiayaan yang semakin dalam, likuid, dan bervariasi.
Dalam konteks ini, industri jasa keuangan harus mengambil peran yang lebih besar sebagai pemasok utama likuiditas jangka panjang bagi proyek pembangunan infrastruktur strategis nasional. Sektor ini tidak boleh sekadar berfungsi sebagai wadah penempatan modal bagi masyarakat kelas atas.
"Kita membutuhkan mesin-mesin pertumbuhan yang lebih solid, mesin-mesin pertumbuhan ekonomi yang baru, ditunjang dengan basis pembiayaan yang semakin dalam dan beragam," jelas Friderica.
Dalam kesempatan yang sama, OJK meluncurkan tiga program strategis untuk memperkuat pembiayaan daerah, ekosistem UMKM, dan akselerasi pendalaman pasar keuangan nasional. Klaster pertama adalah optimalisasi pembiayaan daerah yang diarahkan agar diserap optimal oleh pemerintah daerah demi mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi.
Klaster kedua berupa penguatan ekosistem UMKM struktural melalui pembentukan departemen khusus yang didedikasikan untuk pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Lembaga baru ini bertugas mengintegrasikan program penguatan UMKM secara terstruktur dengan seluruh korporasi di industri jasa keuangan.
Klaster ketiga merupakan akselerasi pendalaman pasar keuangan sebagai instrumen vital untuk memperluas opsi pencarian dana pembangunan nasional di tengah ketidakpastian kondisi pasar global.
ÔÇ£Kami bersama asosiasi sektor keuangan berkomitmen mengembangkan ekosistem UMKM agar semakin kuat dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,ÔÇØ pungkasnya.