OJK Seleksi Calon Direksi BEI, Proses Fit and Proper Test Berlangsung

OJK Seleksi Calon Direksi BEI, Proses Fit and Proper Test Berlangsung
Foto: Ilustrasi OJK Seleksi Calon Direksi BEI, Proses Fit and Proper Test Berlangsung.

Proses penilaian kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap para calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terus berjalan. Informasi tersebut disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kelanjutan seleksi otoritas bursa.

Dilansir dari Investortrust, seleksi ini diikuti oleh empat paket kandidat direksi. Seluruh paket tersebut sebelumnya telah dinyatakan memenuhi syarat untuk melaju hingga tahapan akhir pemilihan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi menyatakan bahwa para kandidat telah menerima undangan resmi. Mereka dijadwalkan mengikuti proses penilaian di hadapan Komite Panitia Seleksi (Pansel) OJK.

"Seleksi calon direksi BEI oleh OJK tetap dilakukan pada empat paket calon direksi. Jadi empat paket ini secara ketentuan tetap valid, artinya eligible, layak untuk melanjutkan keseluruhan proses pemilihan sampai tahap akhir," ujar Hasan usai rapat kerja di DPR, Kamis (21/5/2026).

OJK membagi tahapan wawancara berdasarkan posisi jabatan karena banyaknya jumlah kandidat. Terdapat tujuh kursi direksi yang diperebutkan oleh para calon dari empat paket tersebut.

Proses seleksi per jabatan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari kerja. OJK mengonfirmasi bahwa rangkaian penilaian tersebut sudah dimulai sejak pekan lalu.

"Karena ada banyak paket, ada empat, dan jumlah direksinya cukup banyak ada tujuh, kami membagi per posisi. Jadi akan ada tujuh hari kerja yang sudah kami lakukan sejak pekan lalu," katanya.

Sebanyak 28 kandidat direksi BEI diharapkan dapat menyelesaikan seluruh tahapan penilaian kemampuan dan kecakapan ini. Komite Pansel OJK menargetkan proses tersebut selesai pada akhir pekan ini.

"Setelah itu tentu akan ada proses perumusan finalisasi penilaian untuk memastikan dan memilih calon-calon terbaik dari seluruh anggota paket calon direksi dimaksud," sambungnya.

Evaluasi ini ditujukan untuk menyaring figur terbaik pada setiap posisi. Jabatan yang akan diisi meliputi direktur utama hingga enam posisi direktur lainnya di jajaran kepengurusan bursa.

Ketua Dewan Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Investment Authority (INA) yang baru, Oki Ramadhani, diperkirakan telah memenuhi panggilan OJK. Hal ini karena posisi calon direktur utama BEI mendapatkan jadwal undangan paling awal dari Komite Pansel pada awal pekan lalu.

Hasan memastikan seluruh individu yang terdaftar dalam paket pencalonan dan memenuhi kriteria telah diundang. Namun, ia memilih untuk tidak menyebutkan nama-nama kandidat secara spesifik ke publik.

"Kami tidak menyebutkan nama. Sepanjang yang bersangkutan masuk di dalam anggota paket maka yang bersangkutan sudah memenuhi undangan untuk melakukan penilaian kemampuan dan kecakapan," tandasnya.

Keikutsertaan dalam tahapan ini bersifat personal bagi setiap kandidat. OJK memberikan kebebasan kepada setiap calon jika ada yang memutuskan untuk mengundurkan diri di tengah proses berjalan.

Mundurnya seorang calon tidak akan menggugurkan kandidat lain yang berada dalam satu paket. Mekanisme pemilihan ini tetap berjalan secara independen untuk tiap posisi.

Hasan menegaskan bahwa penilaian akhir mengacu pada kompetensi individu dan kesesuaian jabatan, bukan memilih satu paket secara utuh. Aturan ini sesuai dengan regulasi yang tercantum dalam Peraturan OJK (POJK).

OJK juga membuka peluang untuk melakukan rotasi atau penyesuaian posisi jabatan kandidat. Langkah ini diambil jika dalam proses penilaian ditemukan figur yang lebih tepat untuk mengisi pos direksi lain di BEI.

Artikel terkait

Rekomendasi