Kanal distribusi keagenan dan bancassurance diproyeksikan tetap menjadi motor utama pertumbuhan premi bagi industri asuransi. Prediksi ini disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait prospek sektor perasuransian untuk tahun 2026.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono. Pernyataan ini dikeluarkan secara tertulis dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, seperti dikutip dari Investortrust pada Kamis (19/3/2026).
ÔÇ£Ke depan, kedua kanal tersebut diperkirakan tetap menjadi sumber utama pertumbuhan premi industri pada tahun 2026,ÔÇØ ujarnya.
Menurut penjelasan Ogi, saluran keagenan masih memegang peranan sebagai tulang punggung utama dalam distribusi produk. Faktor interaksi langsung antara agen dan masyarakat dinilai krusial untuk memberikan edukasi produk secara mendalam.
ÔÇ£Kanal keagenan masih memiliki peluang pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas agen serta perluasan penetrasi produk proteksi di masyarakat,ÔÇØ katanya.
Di sisi lain, skema bancassurance atau pemasaran lewat jaringan perbankan juga menyimpan potensi yang masif. Hal ini didorong oleh kolaborasi strategis antara perusahaan asuransi dan pihak bank dalam mengoptimalkan basis data nasabah yang telah terbentuk.
ÔÇ£Kanal bancassurance berpotensi tumbuh relatif stabil seiring dengan kuatnya basis nasabah perbankan dan integritas layanan keuangan,ÔÇØ ucap Ogi.
Berdasarkan data operasional hingga Januari 2026, kedua jalur distribusi ini terbukti masih mendominasi perolehan premi pada perusahaan asuransi.
ÔÇ£Dengan porsi masing-masing sekitar 22,09% (keagenan) dan 26,21% (bancassurance) dari total premi asuransi jiwa melalui seluruh jalur distribusi,ÔÇØ ujar Ogi.