Akses layanan keuangan syariah di Indonesia terus diperluas melalui penguatan sinergi antar-pemangku kepentingan. Langkah strategis ini digerakkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2026, yang menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Seperti diberitakan oleh Investortrust, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengajak semua pihak terlibat aktif dalam perluasan layanan ini.
"Nah, terkait dengan itu, kami tentunya mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk bersama-sama melakukan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Kita namakan GENCARKAN ya Bu ya. Di dalam GENCARKAN itu ada berbagai kegiatan dan pada hari ini kita menginisiasi sejak beberapa waktu lalu tentunya Gebyar Ramadan Keuangan Syariah atau Gerak Syariah. Nah, ini tentu melibatkan semua Bapak/Ibu sekalian yang hadir di sini untuk sama-sama tadi melakukan perluasan-perluasan layanan," ujar Dicky Kartikoyono di Menara Radius Prawiro, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerak Syariah tahun ini mengalir dari 39 jaringan kantor OJK di seluruh wilayah Nusantara. Fokus pergerakan difokuskan pada peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah secara masif sepanjang bulan suci Ramadan. Kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi penentu utama dalam mendongkrak pemahaman masyarakat terhadap produk finansial berbasis syariah.
Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, program ini membukukan statistik gemilang dengan total 2.632 kegiatan, yang meliputi 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial. Dampaknya, jangkauan edukasi mengalami lonjakan yang sangat masif.
"Jangkauan edukasinya Alhamdulillah ini mencapai kurang lebih 8.350.391 orang. Satu periode Gerak Syariah 2026, 8 juta Bapak/Ibu sekalian. Kalau kita bisa tiap bulan semangatnya sama, kita bisa kalikan 12. Nah, ini tentunya sebuah peningkatan yang luar biasa, 31% kenaikannya tahun ini," ungkap Dicky.
Performa sektor perbankan syariah juga tumbuh melesat selama periode berjalan. Penghimpunan dana meroket drastis hingga mencapai Rp 6,83 triliun atau tumbuh sebesar 241,5%. Sejalan dengan itu, penyaluran dana juga terangkat hampir 48% ke angka Rp 6,86 triliun.
Selain indikator keuangan, pilar filantropi Islam turut menorehkan catatan positif dengan penyaluran dana sosial sebesar Rp 86,2 miliar kepada 266.421 penerima manfaat. Salah satu realisasi nyata yang menjadi perhatian adalah penyaluran zakat untuk wakaf Al-Quran Braille bagi penyandang disabilitas sensorik.