OJK Sebut Kendaraan Listrik Buka Peluang Besar Industri Asuransi

OJK Sebut Kendaraan Listrik Buka Peluang Besar Industri Asuransi
Foto: Ilustrasi OJK Sebut Kendaraan Listrik Buka Peluang Besar Industri Asuransi.

Pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia dinilai membuka prospek cerah bagi sektor perasuransian. Hal ini dipicu oleh lonjakan angka kepemilikan serta nilai nominal kendaraan yang terhitung tinggi di pasaran.

Kebutuhan proteksi terhadap risiko kendaraan ramah lingkungan ini diprediksi bakal terus meningkat. Perlindungan tersebut mencakup aspek kecelakaan, kerusakan komponen baterai, hingga tanggungan hukum terhadap pihak ketiga, dilansir dari Investortrust.

ÔÇ£Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia merupakan peluang yang signifikan bagi industri asuransi. Seiring meningkatnya kepemilikan dan nilai kendaraan listrik yang relatif tinggi,ÔÇØ ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Selasa (21/4/2026).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat masa depan lini bisnis ini sangat menjanjikan. Guna mendukung ekosistem tersebut, regulator kini tengah mengkaji penyesuaian tarif premi yang diselaraskan dengan karakteristik risiko unik dari kendaraan listrik.

Kendati memiliki potensi besar, sektor ini masih dibayangi sejumlah hambatan operasional. Tingginya ongkos perbaikan serta mahalnya harga komponen inti seperti baterai menjadi tantangan utama yang harus dihadapi pelaku usaha.

Faktor lain yang memengaruhi profil risiko dan klaim adalah minimnya bengkel khusus serta keterbatasan pasokan suku cadang di pasar domestik. Namun, kendala ini diyakini akan menyusut seiring penguatan infrastruktur pendukung.

ÔÇ£Seiring dengan berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk peningkatan infrastruktur dan kapasitas industri pendukung, tantangan tersebut diharapkan akan semakin berkurang ke depan,ÔÇØ kata Ogi.

Kinerja Positif Premi Asuransi Kendaraan

Secara umum, sektor asuransi kendaraan bermotor menunjukkan performa yang solid. Data per Februari 2026 mencatat perolehan premi mencapai Rp 4,10 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,97% secara year on year (yoy).

Sisi lain menunjukkan nilai klaim juga merangkak naik menjadi Rp 1,40 triliun, atau tumbuh 9,89% (yoy). Lonjakan ini berbanding lurus dengan meningkatnya mobilitas kendaraan di jalan raya serta perluasan eksposur risiko di masyarakat.

ÔÇ£Ke depan, perusahaan asuransi perlu memperkuat strategi distribusi. Termasuk optimalisasi kanal digital dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan, serta melakukan inovasi produk yang sesuai kebutuhan nasabah, diiringi penguatan underwriting dan pengelolaan klaim yang efisien,ÔÇØ ucap Ogi.

Artikel terkait

Rekomendasi