Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berupaya mendorong penguatan struktur industri perbankan nasional. Langkah ini diambil melalui peningkatan kapasitas dan daya saing bank-bank yang masuk dalam kategori KBMI I.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem keuangan yang lebih resilien, seperti dilansir dari Investortrust. Dalam kerangka itu, muncul wacana untuk mendorong bank dengan modal inti sekitar Rp 3 triliun agar naik kelas.
Peningkatan kelas ini dapat ditempuh melalui penguatan permodalan maupun konsolidasi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas ruang pertumbuhan sekaligus meningkatkan ketahanan sektor perbankan secara keseluruhan.
Seiring dengan upaya tersebut, terdapat pula diskursus mengenai penyederhanaan klasifikasi bank. Salah satu poin yang muncul adalah kemungkinan penghapusan kelompok KBMI I.
Namun, OJK menegaskan bahwa arah kebijakan ini masih terus dikaji. Proses pengkajian dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan industri dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Di tengah guliran wacana tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) atau saham SDRA dinilai berada dalam posisi yang relatif solid. Emiten ini telah bertransformasi dengan fundamental yang semakin kuat meskipun secara historis masuk kategori bank kecil.
Fundamental Solid Bank Woori Saudara
Kondisi solid tersebut tercermin dari posisi modal inti BWS yang telah mencapai sekitar Rp 11 triliun. Berdasarkan nilai permodalan itu, perseroan secara klasifikasi kini telah masuk dalam kelompok KBMI II.
Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan BWS untuk naik kelas secara organik. Transformasi ini diraih melalui penguatan lini bisnis dan permodalan internal.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BWS tercatat berada di atas 30%. Angka tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator.
Level rasio CAR ini mencerminkan kapasitas perusahaan yang kuat untuk menopang ekspansi kredit. Selain itu, kondisi modal tersebut juga siap menyerap potensi risiko di masa depan.
Dukungan Induk Usaha dan Peringkat Kredit
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai kekuatan fundamental BWS tidak hanya berasal dari internal perusahaan. Kekuatan tersebut juga didukung oleh keberadaan induk usaha yang kuat.
Keberadaan induk usaha ini memberikan stabilitas tambahan bagi perseroan. Manfaat nyata terlihat terutama dari sisi likuiditas dan penyusunan strategi jangka panjang.
Selain itu, BWS baru saja memperoleh peringkat kredit tertinggi nasional dari Fitch Ratings, yakni AAA(idn) dengan outlook stabil. Peringkat ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap profil kredit dan ketahanan bisnis perseroan.
Dalam laporannya, Fitch menyebut afirmasi peringkat tersebut didukung oleh potensi dukungan kuat dari induk usaha. Di samping itu, profil permodalan dan likuiditas yang solid menjadi faktor pendukung utama.
Outlook stabil juga mencerminkan ekspektasi bahwa kinerja BWS akan tetap terjaga dalam jangka menengah. BWS dinilai berada pada posisi yang baik untuk menghadapi perubahan kebijakan industri perbankan.
ÔÇ£Dengan afirmasi lembaga pemeringkat global, dukungan yang kuat dari induk, serta model bisnis yang berjalan dengan baik di dalam negeri, bank ini seharusnya mampu menavigasi dan lebih siap dalam menghadapi lanskap perubahan regulasi,ÔÇØ ujar Azis.