Masyarakat diminta untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu legal dan logis, ketika menjalankan investasi di sektor aset keuangan digital maupun aset kripto. Langkah ini penting untuk memperkuat proteksi konsumen.
Seperti dilansir dari Investortrust, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan bahwa pemahaman literasi keuangan menjadi instrumen krusial agar publik terhindar dari kerugian materi akibat keputusan yang keliru.
ÔÇ£Legal artinya pastikan bahwa aktivitas dari pihak-pihak yang terkait dalam perdagangan ini adalah di ekosistem yang resmi dan mendapatkan izin oleh OJK,ÔÇØ ujarnya, dalam Digital Financial Literacy IAKD 2026, secara daring, Senin (11/5/2026).
Selain aspek legalitas, masyarakat diwajibkan rasional dalam mengambil keputusan finansial. Investor dituntut memahami segala konsekuensi risiko serta tidak sekadar mengekor tren pasar tanpa mempertimbangkan profil risiko personal.
ÔÇ£Keputusan investasi harus dilakukan secara rasional, pahami risiko anda, tidak berdasarkan ikut-ikutan,ÔÇØ katanya.
Penerapan formula legal dan logis ini dapat diwujudkan dengan memastikan seluruh aktivitas perdagangan aset digital dilakukan lewat pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang mengantongi izin resmi OJK. Komoditas yang ditransaksikan juga harus masuk daftar bursa resmi.
Investor juga diimbau melakukan riset mandiri atau your own research sebelum menempatkan modal. Dari aspek keamanan digital, penggunaan platform resmi dan pengaktifan sistem pertahanan two factor authentication sangat direkomendasikan demi mencegah pembajakan akun.
ÔÇ£Tidak kalah penting masyarakat perlu terus belajar dari progres perkembangan teknologi yang luar biasa di aset keuangan digital dan aset kripto ini,ÔÇØ ucap Adi.
Masa depan sektor keuangan ke depan diproyeksikan berbasis pada digitalisasi finansial. Terlebih, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat masif karena didominasi oleh kelompok usia muda yang ramah teknologi.
ÔÇ£211 juta penduduk Indonesia muda dan semua terhubung internet. Masa depan sektor keuangan kita adalah di digital finance,ÔÇØ ujarnya.