Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara masif memperluas jangkauan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di berbagai wilayah. Seperti dilansir dari Investortrust, lembaga pengawas ini telah melaksanakan sebanyak 2.302 program edukasi dalam periode 1 Januari hingga 20 Februari 2026. Langkah agresif ini berhasil menyasar 19,8 juta peserta di tanah air.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut mencakup dua metode utama. Sebanyak 1.015 kegiatan dilakukan melalui edukasi keuangan tatap muka langsung, sementara 1.287 konten lainnya disebarkan dalam bentuk edukasi keuangan digital.
"Adapun untuk wilayah pelaksanaan GENCARKAN telah menjangkau 253 dari 514 atau 49,22% kabupaten/kota di Indonesia," ujar Kiki sapaan karib Friderica dalam acara Konferensi Pers Hasil RDK Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Ruang Serbaguna Menara Radius Prawiro Lantai 25 Gedung A Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Selain program tersebut, OJK menginisiasi 251 aktivitas edukasi keuangan tambahan yang melibatkan 299.119 peserta. Media digital Sikapi Uangmu yang memanfaatkan minisite serta aplikasi khusus, turut mempublikasikan 54 konten edukasi baru yang sukses menarik perhatian 568.673 pemirsa.
"Selain itu, terdapat 1.608 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU), dengan total akses modul sebanyak 1.150 kali dan penerbitan 745 sertifikat kelulusan modul," jelas Kiki yang juga menjabat sebagai Kepala Executif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK.
Aspek inklusivitas turut menjadi fokus perhatian dengan membekali para pegawai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). OJK menggelar Workshop Sensitivitas Layanan Disabilitas pada 3 sampai 4 Februari 2026, yang diikuti perwakilan dari 46 Bank Umum dan Bank Umum Syariah.
Akselerasi finansial di tingkat regional juga dipacu lewat penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Di Maluku Utara, agenda coaching clinic dan workshop digelar pada 5 Februari 2026 dengan mempertemukan pemerintah daerah, sektor industri, serta 11 perwakilan TPAKD setempat.
Guna memastikan efektivitas program, peninjauan lapangan langsung dilakukan pada 4 Februari 2026 ke kelompok nelayan dan pelaku UMKM di Ternate serta Tidore. Langkah serupa juga diterapkan di Jawa Tengah pada 5 Februari 2026 dengan melibatkan 36 TPAKD melalui asistensi sistem SiTPAKD.
Penguatan kelembagaan berlanjut melalui Rapat Pleno dan Coaching Clinic Pelaporan Rencana yang menyasar TPAKD Kota Tual pada 24 hingga 25 Februari 2026, serta TPAKD Kabupaten Maluku Tenggara pada 26 Februari 2026. Pertemuan kolaboratif ini merumuskan serta menetapkan program kerja strategis sepanjang tahun 2026.
Pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan
Sebagai pijakan dasar penyusunan strategi masa depan, OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menggelar Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Melalui survei teranyar ini, parameter tingkat inklusi dan literasi finansial akan tersaji spesifik hingga level provinsi.
Proses pengumpulan data primer SNLIK 2026 telah berlangsung dari tanggal 4 hingga 18 Februari 2026. Riset berskala nasional ini mengumpulkan data dari 75.000 responden pada rentang usia 15 sampai 79 tahun, menetapkan sebaran sampel di 38 provinsi yang mencakup 514 kabupaten dan kota melalui 7.500 Satuan Wilayah Setempat (SLS).