Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong tiga manajer investasi untuk mempercepat peluncuran produk reksa dana exchange traded fund (ETF) berbasis emas dari target awal. Langkah akselerasi ini dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin (27/4/2026) demi memanfaatkan momentum pasar yang dinilai masih sangat baik.
Penyusunan dan penyelesaian prospektus instrumen investasi alternatif tersebut saat ini sedang berjalan, sebagaimana dilansir dari Investortrust. Kehadiran produk ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam membangun bank emas atau bullion bank melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan nasional.
ÔÇ£(Jadwal peluncurannya) tetap sesuai target. Kami coba dorong lebih awal ya, karena sebetulnya momentumnya kan masih baik ya,ÔÇØ ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK.
Faktor fluktuasi pasar global dan domestik menjadi alasan kuat di balik pengembangan ETF emas untuk memberikan pilihan baru bagi investor. Karakteristik komoditas emas yang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat diharapkan mampu menarik minat investasi secara luas.
ÔÇ£Dengan underlying komoditas yang dikenal secara baik oleh publik, yaitu emas, kita harapkan diminati. ETF emas ini ada keunggulannya, bisa diperdagangkan setiap saat melalui perdagangan di bursa, lalu emasnya akan disimpan di dalam kustodian,ÔÇØ jelas Hasan Fawzi.
Pihak Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa realisasi peluncuran instrumen ini masih bergantung pada kesiapan administratif dari para manajer investasi yang terlibat. Salah satu perusahaan, PT BRI Manajer Investasi, telah mengonfirmasi kemitraan dengan beberapa institusi finansial sejak akhir tahun lalu untuk menerbitkan produk tersebut.