Kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink dilaporkan mulai menunjukkan stabilitas pada awal tahun 2026. Hal ini terjadi setelah produk tersebut melewati masa penyesuaian selama beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip dari Investortrust, perolehan premi unitlink menyentuh angka Rp4,06 triliun hingga Januari 2026. Jumlah tersebut mengambil porsi sebesar 22,59% dari keseluruhan premi di industri asuransi jiwa.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono memberikan penjelasan mengenai perkembangan ini.
"Perkembangan ini menunjukkan bahwa kinerja unitlink mulai stabil setelah beberapa tahun terakhir mengalami penyesuaian seiring dengan penguatan regulasi dan perbaikan tata kelola produk," ujarnya, dalam jawaban tertulis, Senin (16/3/2026).
Diversifikasi portofolio saat ini membuat pilihan produk perlindungan bagi masyarakat semakin bervariasi. Meski demikian, unitlink diproyeksikan tetap menjadi instrumen penting bagi bisnis asuransi jiwa ke depan.
Kondisi pasar saat ini juga dinilai lebih seimbang. Hal tersebut didorong oleh peningkatan porsi pada lini produk lain, seperti asuransi kesehatan serta asuransi dwiguna (endowment).
"Struktur ini mencerminkan semakin beragamnya pilihan produk perlindungan bagi masyarakat," kata Ogi.
Fluktuasi yang terjadi di pasar modal pada awal tahun, termasuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), diakui dapat memengaruhi hasil investasi unitlink jenis saham dalam jangka pendek.
Walakin, situasi pergerakan pasar tersebut terpantau belum membawa pengaruh yang masif terhadap keputusan para pemegang polis sampai Januari 2026.
"Hingga Januari 2026, klaim nilai tunai PAYDI justru tercatat menurun 3,69% secara year on year (yoy), yang menunjukkan bahwa kondisi pasar saat ini belum secara signifikan mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis," ucap Ogi.
Pada dasarnya, karakteristik produk unitlink sengaja diciptakan untuk menyediakan fungsi proteksi yang dilengkapi dengan unsur investasi untuk jangka menengah hingga panjang.