Produsen otomotif Nissan kembali mengambil langkah besar demi menjamin keselamatan penggunanya dengan melakukan penarikan kembali atau recall. Sebanyak hampir 70 ribu unit kendaraan di China harus ditarik untuk dilakukan perbaikan massal pada bagian teknis.
Keputusan Dongfeng Nissan ini diambil setelah ditemukan adanya potensi kerusakan pada komponen pedal akselerator yang sangat krusial saat berkendara. Berdasarkan informasi resmi, proses perbaikan gratis ini dijadwalkan mulai berlangsung sejak tanggal 25 Mei 2026.
Detail Kendaraan yang Terdampak Recall
Model kendaraan yang masuk dalam daftar penarikan ini mencakup mobil bertenaga listrik murni serta varian hybrid. Secara spesifik, model tersebut adalah Nissan N7 yang merupakan mobil listrik dan Nissan N6 yang menggunakan sistem penggerak hybrid.
Data dari lembaga regulator di China, State Administration for Market Regulation (SAMR), menyebutkan jumlah total unit yang terdampak mencapai 68.265 unit. Angka ini mencakup puluhan ribu pemilik kendaraan yang tersebar di wilayah Tiongkok.
Berikut adalah rincian jumlah unit mobil Nissan yang masuk dalam daftar penarikan :
| Model Kendaraan | Jenis Mesin | Jumlah Unit |
|---|---|---|
| Nissan N7 | Listrik (EV) | 49.465 Unit |
| Nissan N6 | Hybrid | 18.800 Unit |
| Total Keseluruhan | - | 68.265 Unit |
Tabel di atas menunjukkan bahwa Nissan N7 menjadi model yang paling banyak terdampak dalam program perbaikan massal kali ini. Pemilik kendaraan diharapkan segera melakukan pengecekan apakah unit mereka termasuk dalam daftar tersebut.
Penyebab Masalah pada Pedal Akselerator
Masalah teknis ini bersumber dari desain internal pada rakitan pedal akselerator yang kurang sempurna untuk penggunaan jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, komponen di dalam pedal tersebut rentan mengalami pengikisan atau keausan yang berlebihan.
Kondisi ini menyebabkan munculnya gaya gesek yang tidak wajar di antara bagian-bagian penyusun pedal. Dampaknya, pedal gas berisiko macet atau tidak bisa kembali ke posisi semula secara cepat setelah diinjak oleh pengemudi.
Situasi pedal yang tidak responsif ini tentu sangat membahayakan, terutama saat mobil sedang berada di tengah kemacetan atau ketika melakukan manuver. Tanpa respon pedal yang akurat, kendali pengemudi terhadap laju kendaraan menjadi terganggu.
Jika mekanisme pengembalian pedal terhambat, mobil bisa terus melaju meski pengemudi sudah mengangkat kakinya. Hal inilah yang menjadi perhatian utama regulator karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang serius.
Solusi dan Langkah Penanganan dari Nissan
Dongfeng Nissan berkomitmen untuk menangani masalah ini secara menyeluruh tanpa membebankan biaya apa pun kepada pelanggan. Pabrikan akan mengganti satu set rakitan pedal akselerator dengan komponen baru yang memiliki desain lebih aman.
Bagi pemilik Nissan N6, perbaikan bahkan mencakup area yang lebih luas untuk memastikan sinkronisasi sistem pengereman. Selain pedal gas, unit Nissan N6 juga akan mendapatkan penggantian pedal rem dengan rancangan terbaru.
Langkah penggantian pedal rem ini dilakukan agar bentuk dan posisinya sesuai dengan pedal akselerator yang telah direvisi. Dengan begitu, kenyamanan dan keamanan pengemudi saat berpindah kaki antar pedal tetap terjaga dengan optimal.
Pihak Nissan beserta jaringan diler resminya akan bergerak proaktif untuk menghubungi setiap konsumen yang terdampak. Pemberitahuan akan disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi seperti surat resmi, sambungan telepon, hingga pesan singkat.
Hingga saat ini, pihak otoritas terkait melaporkan belum ada laporan mengenai kecelakaan fatal akibat masalah pedal ini. Langkah recall ini murni merupakan tindakan preventif guna menjamin standar keamanan tertinggi bagi para pengguna Nissan.
Pembaruan Nissan Sakura: Kei Car Listrik yang Kian Modern
Di saat yang bersamaan dengan kabar penarikan unit, Nissan juga memberikan kabar segar mengenai lini mobil mungil mereka. Nissan Sakura, yang merupakan kei car listrik populer di Jepang, resmi mendapatkan sentuhan penyegaran atau facelift.
Penyegaran ini sengaja dilakukan untuk mempertahankan dominasi Nissan di pasar mobil listrik berukuran kompak. Tampilan eksterior kini terlihat lebih modern dengan perubahan pada bagian grille dan bumper depan yang lebih modis.
Poin-poin perubahan pada Nissan Sakura Facelift terbaru :
- Desain Wajah Baru: Grille dan bumper depan kini tampil lebih futuristik mengikuti bahasa desain global Nissan terbaru.
- Pilihan Warna Unik: Hadirnya warna 'Minamono Sakura' yang memberikan kesan elegan layaknya bunga sakura di atas air.
- Peningkatan Interior: Penambahan fitur cup holder baru untuk memberikan kepraktisan lebih bagi pengemudi dan penumpang.
- Efisiensi Kabin: Tetap mempertahankan tata letak interior yang fungsional namun kini lebih terasa ergonomis.
Meskipun ada beberapa perubahan visual dan fitur pendukung, Nissan memilih untuk tetap mempertahankan spesifikasi mesin yang sudah ada. Keputusan ini diambil karena performa mesin saat ini dianggap masih sangat mumpuni untuk kebutuhan penggunaan di dalam kota.
Nissan Sakura facelift tetap dipersenjatai dengan satu motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 63 hp. Torsi yang dihasilkan juga tetap stabil di angka 195 Nm, memberikan tarikan yang responsif untuk mobil sekelasnya.
Untuk urusan daya jelajah, mobil ini masih mengandalkan baterai lithium-ion dengan kapasitas sebesar 20 kWh. Dalam satu kali pengisian penuh, Nissan Sakura diklaim mampu menempuh jarak hingga 180 km berdasarkan pengujian standar WLTC.
Langkah-langkah yang diambil Nissan, mulai dari tanggung jawab recall hingga inovasi produk, menunjukkan dinamika perusahaan dalam menghadapi pasar global. Konsumen diharapkan tetap tenang dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi pabrikan.