PT Nindya Karya (Persero) telah memfungsikan kembali jalur pedestrian di Hunian Sementara (Huntara) Tamiang, Aceh, yang sebelumnya mengalami kerusakan pada Kamis, 30 April 2026. Fasilitas umum tersebut kini dipastikan dalam kondisi stabil setelah melalui proses perbaikan menyeluruh.
Dilansir dari Money, Project Manager Nindya Karya, Irwan menyatakan bahwa fokus utama pengerjaan tersebut adalah kualitas serta keberlanjutan fungsi infrastruktur bagi warga. Perbaikan mencakup penguatan struktur dasar dan penataan ulang area selasar yang terdampak beban berlebih.
"Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga fasilitas dapat kembali digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat," ujar Irwan, Project Manager Nindya Karya.
Identifikasi kerusakan awal dilakukan pada 21 April 2026 yang menunjukkan adanya penurunan struktur di beberapa titik jalur. Masalah ini dipicu oleh penggunaan fasilitas yang tidak sesuai fungsi, seperti melintasnya kendaraan bermotor di jalur yang dikhususkan bagi pejalan kaki.
Pihak perusahaan kemudian melakukan tindakan terukur dengan menyempurnakan jalur akses agar mobilitas warga kembali optimal. Berdasarkan laporan terkini per 28 April 2026, seluruh fasilitas di lingkungan hunian tersebut telah kembali normal untuk mendukung aktivitas harian penghuni.
Penegasan mengenai komitmen perusahaan dalam menjaga infrastruktur juga disampaikan oleh manajemen untuk mendukung kenyamanan masyarakat di lingkungan huntara. Monitoring akan dilakukan secara rutin guna mencegah kerusakan serupa terulang kembali.
"Kami terus melakukan pemantauan di lapangan agar kondisi tetap terjaga," kata Irwan, Project Manager Nindya Karya.
Pemanfaatan fasilitas sesuai peruntukan sangat diharapkan agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan dalam jangka panjang. Nindya Karya mengimbau penghuni untuk tidak menggunakan jalur pedestrian sebagai akses kendaraan demi menjaga ketahanan struktur bangunan.