Nilai tukar rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Senin, 4 Mei 2026 pagi. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut terpantau bergerak di kisaran level Rp 17.300.
Dilansir dari Detik Finance, data Bloomberg sekitar pukul 09.18 WIB menunjukkan dolar AS mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen ke posisi Rp 17.346. Dominasi mata uang tersebut terus berlanjut hingga mencapai level Rp 17.366 pada pukul 09.23 WIB.
Kondisi ini memperpanjang tren negatif rupiah yang pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026 kemarin sudah berada di level Rp 17.353. Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap mata uang Garuda, tetapi juga melanda sejumlah mata uang global lainnya.
Dolar AS tercatat menguat 0,07 persen terhadap Yen Jepang (JPY) dan mengalami kenaikan 0,03 persen terhadap Dolar Kanada (CAD). Selain itu, penguatan signifikan sebesar 0,12 persen juga terjadi terhadap mata uang Franc Swiss (CHF).
Tren serupa menimpa mata uang Euro (EUR) dan Dolar Australia (AUD) yang masing-masing harus tunduk terhadap dolar AS dengan kenaikan sebesar 0,03 persen. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS terpantau bergerak stagnan terhadap Poundsterling Inggris (GBP).
| Mata Uang | Perubahan (%) | Status |
|---|---|---|
| 0,07% | Dolar Menguat | 0,03% |
| Dolar Menguat | 0,12% | Dolar Menguat |
| 0,03% | Dolar Menguat | 0,03% |
| Dolar Menguat | 0,00% | Stagnan |