Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada sesi perdagangan pagi ini, Rabu 29 April 2026. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut menunjukkan keperkasaannya dengan bergerak di kisaran level Rp 17.200-an.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance melalui pantauan Bloomberg, dolar AS terpantau menguat sebesar 0,28 persen. Pergerakan ini membawa mata uang tersebut menyentuh posisi Rp 17.291 per dolar AS.
Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren penguatan dolar AS jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Selasa 28 April 2026 kemarin, dolar AS tercatat masih berada di level Rp 17.243.
Selain terhadap rupiah, dolar AS juga menunjukkan tren positif terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Tercatat, mata uang Paman Sam ini menguat tipis sebesar 0,03 persen terhadap Euro (EUR) dan juga naik 0,03 persen terhadap Poundsterling Inggris (GBP).
Meskipun perkasa di hadapan rupiah dan mata uang Eropa, dolar AS justru mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang lain di pasar global. Mata uang AS tersebut turun sebesar 0,01 persen saat berhadapan dengan Yen Jepang (JPY).
Kondisi serupa terjadi terhadap Dolar Australia (AUD) yang membuat dolar AS terdepresiasi sebesar 0,11 persen. Di sisi lain, pelemahan juga terlihat pada pasangan mata uang Dolar Kanada (CAD) dengan penurunan sebesar 0,03 persen.
Terakhir, nilai dolar AS terpantau melemah terhadap Franc Swiss (CHF) dengan besaran angka mencapai 0,11 persen. Dinamika pasar uang global ini mencerminkan volatilitas yang terjadi di tengah perdagangan internasional pada periode April 2026.